Surakarta| Mediaoposisi.com- Cuaca panas tidak menjadi alasan mahasiswa untuk tidak bersuara, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gema Pembebasan (GP) Wilayah Soloraya, Senin (2/4) melakukan aksi unjuk rasa, dengan tema "Kenaikan BBM" di Bundaran Gladak Surakarta.

Aksi kali ini dilaksanakan karena adanya sebuah kebijakan neolib dengan menaikkan harga BBM non subsidi Pertalite sebesar Rp200,00 pada tanggal 24 maret 2018.

Hal ini dinilai GP Soloraya sebagai pelengkap liberalisasi industri migas yang telah terjadi dalam perekonomian Indonesia. Kapitalisme juga diyakini oleh GP Soloraya sebagai biang kerok kenaikan harga BBM.

Dengan lantang, semua orator yang hadir mengecam keras kebijakan kapitalistik rezim Jokowi tersebut. Spanduk yang dibentangkan juga berisi kecaman terhadap kebijakan kenaikan harga BBM.

Ariy Purnama (membawa kertas)

“Tuntutan aksi kali ini adalah "Tolak Kenaikan Harga BBM, Berdaulat Energi Dengan Islam".ujar korlap aksi, Ary Purnama saat diwawancarai kontributor Media Oposisi.

Jalannya aksi di kota yang membesarkan nama Jokowi tersebut kali ini berjalan secara lancar dan damai.[MO]

Posting Komentar