Surakarta| Mediaoposisi.com- Seolah tak peduli dengan anggapan bahwa aksi di jalanan adalah kegiatan kontraproduktif, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gema Pembebasan (GP ) Soloraya mengadakan aksi penolakan kenaikan BBM di Bundaran Gladak Solo, Senin (2/4).

“Kenaikan BBM kali ini telah dimotori oleh IMF, dan ini merupakan kebijakan yang zalim. Pemerintah kali ini adalah pemerintah yang Ngibul.” tegas aktivis Gema Pembebasan Solo Amar Farizi.

Amar Farizi

Tidak hanya mengecam, ia memberi solusi kepada pemerintahan rezim Jokowi untuk menerapkan syariat Islam.

“Seharusnya ada keadilan ekonomi bagi seluruh umat yg tekah diatur oleh syariat Islam” tambah Amar.

Salah Satu Spanduk

Dalam aksi tersebut, tampak spanduk yang berisi seruan untuk menerapkan syariat Islam dalam hal pengelolaan SDA. Tulisan "Kenaikan Harga BBM Melanggar Syariat Islam" dan "Kelola SDA dengna Syariat Islam" menjadi perhatian tersendiri bagi pengguna jalan.

Heydra Kartika

Orator lain Heydra Kartika menilai rezim Jokowi sudah menjual rakyatnya kepada para kapitalis. Ia menilai, bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang melanggar syariat islam.

“Pemerintah saat ini tidak bisa menjadi pengayom rakyat” kecamnya.

Muhammad Nur Hasan

Senada dengan orator sebelumnya, Muhammad Nur Hasan dari Gema Pembebasan komisariat UNS. mengingatkan rezim Jokowi untuk berhenti melanggar syariat Islam.

“Campakkan sistem Kapitalisme demokrasi lalu Terapkan syariah & khilafah agar rahmat Islam senantiasa menjadi rahmat Islam bagi seluruh alam” pungkasnya diiringi teriakan takbir dari puluhan peseta aksi.[MO]

Posting Komentar