Sukmawati Sukarno Putri telah Melecehkan Agama Dengan Puisinya

Oleh: Nasrudin Joha


Mediaoposisi.com- Jum'at berkah di bareskrim Mabes Polri (kemarin), terlihat aura tegas kemarahan, terlihat kontras permintaan pertanggungjawaban, terlihat bagaimana puluhan ribu kaum muslimin menuntut keadilan.

Kemarahan itu, permintaan itu, tuntutan itu, tidak hilang atas adanya permaafan. Permaafan dari sebagian kecil kalangan, tidak mewakili umat Islam. Mayoritas umat menuntut, agar busukma di tangkap dan penjara.

Sama halnya, sebagaimana Alfian Tanjung ditangkap dan di penjara. Sama halnya, sebagaimana Asma Dewi ditangkap dan di penjara. Sama halnya, sebagaimana Jonru ditangkap dan di penjara. Sama halnya, sebagaimana Rini Sulistiawati ditangkap dan di penjara.

Sekali lagi, siapapun yang memberi maaf, siapapun yang melepaskan tuntutan pada busukma, saya katakan kepada Anda !

Busukma telah menghina Allah SWT dan Rasulnya, menghina syariat dari Allah, menghina risalah Rasulullah, menghina hijab, adzan dan syariah Islam.

Hijab, adzan dan syariat Islam adalah hukum Allah, lantas darimana kalian bisa memaafkan sementara penghinaan itu bukan terhadap martabat kalian? Bagaimana Kalian bisa berdiri tegak, bertindak untuk dan atas nama Allah dan memaafkan penghinaan busukma, padahal kalian adalah makhluk biasa ?

Apakah Kalian "yang memaafkan ujaran busukma" telah mendapat mandat dari Allah SWT ? Telah mendapat surat kuasa dari Allah SWT ? Sehingga kalian berani bersikap lancang untuk dan atas Nama siapa Anda memaafkan ?

Rasulullah dihina pribadinya, beliau bisa terima. Tetapi jika yang dihina agamanya, beliau tidak bisa terima dan mengambil perhitungan. Apa yang dilakukan Yahudi Bani Qoinuqo, Bani Nadhier dan Bani Quraidzah, adalah melakukan pengkhianatan pada konstitusi Madinah, pengkhianatan pada syariat Allah, penghinaan terhadap hukum Allah SWT maka Rasulullah menuntut balas dan menghukum Yahudi keluar dari Madinah! Bahkan Rasulullah memenggal kepala Yahudi Bani Quraidzah !

Apa yang dilakukan Yahudi khaibar mengkhianati syariat Allah, dengan melepaskan diri dari perjanjian hudaibiyah. Khaibar menyerang sekutu Rasulullah, maka Rasulullah mengirim Ali RA dan tentara kaum muslimin untuk menyerang Yahudi khaibar !

Apa yang dilakukan Al Mu'tashim Billah, yang menyerang amuriyah bukan sekedar penghinaan terhadap harkat dan martabat seorang muslimah, tetapi sang Khalifah sedang membela harkat dan martabat syariat Islam, Kemulian Islam dan kaum muslimin !

Sekarang saya tegaskan kepada Anda, bagi siapa saja yang memaafkan, yang meminta perkara dihentikan, silakan ambil posisi berdiri tegak disamping Penista agama. Silahkan ambil bagian dari pertanggungjawaban di akherat karena telah menelantarkan syariat Islam. Silahkan ambil bagian, dari apa yang ada dalam genggaman dunia, berupa sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.

Sedangkan kalian, wahai kaum muslimin, wahai umat Islam. Tetap berdiri tegak bersama di barisan pembela Agama Allah SWT. Tetaplah sabar dan Istiqomah menapaki jalan perjuangan, karena ada dua kemuliaan yang ada dihadapan kalian : kemenangan didunia dan meraih Syahid di jalan-Nya.

Wahai kaum muslimin, wahai umat Islam. Bagaimana mungkin Anda mendiamkan penghinaan itu menampar agama kalian, sementara penghinaan penguasa dzalim atas diri kalian sudah sekian lama Anda diamkan ?

Tidak ada pilihan lain, busukma harus dipenjara. Tidak ada pilihan lain, kecuali hukum harus ditegakkan. Namun apa yang kalian saksikan, apa yang dinyatakan aparat di negeri ini sungguh menyesakkan dada. Berkata yang menentramkan dada saja tidak bisa apalagi bersikap dan bertindak yang menyejukkan jiwa.

Karena itu, hanya hukum Allah SWT saja yang benar-benar adil. Karenanya tuntutan itu tidak boleh sekedar dan sebatas menghukum Penista agama. Tuntutan itu harus sampai pada tuntutan kepada penguasa untuk menerapkan syariah secara kaffah.

Bukankah mengesampingkan hukum Allah SWT, kemudian memuliakan dan menerapkan hukum warisan Belanda itu sebuah penistaan agama ? Bukankah mendiamkan zina merajalela, padahal Allah SWT telah mengharamkannya itu sebuah penistaan agama ?

Bukankah menelantarkan hudud, qisos, diyat, ta'jier dan mukholafah yang merupakan hukum Allah itu sebuah penistaan agama ?

Bukankah membiarkan hukum warisan penjajah kafir mengatur negeri ini , menyerahkan aset umat kepada asing dan aseng, membiarkan pajak pajak yang diharamkan Allah digunakan untuk mencekik leher umat adalah sebuah penistaan agama ?

Karena itu, tidak cukup dengan penistaan agama oleh busukma. Kalian  harus menuntut atas penghinaan syariah Islam oleh sistem demokrasi. Anda harus menuntut ditegakkan sistem Islam Khilafah. Karena hanya dengan itu, agama dan kemuliaan kalian benar benar terjaga. [MO/br].

Posting Komentar