Ilustrasi
Oleh : Afaf Nurul Inayah

Mediaoposisi.com- Kasus- kasus kejahatan seksual terhadap anak telah menjadi momok dan ancaman untuk negeri ini. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementrian Sosial, Nahar, mengatakan bahwa kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak selama 2017 meningkat dibandingkan 2016. " Sebanyak 1.956 kasus ditangani selama 2016 dan meningkat menjadi 2.117 selama 2017 kata Nahar, ( Antara News, 9/1/2018).

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) memprediksi bahwa angka kekerasan seksual terhadap anak masih tetap tinggi pada tahun 2018, alasannya pada awal tahun saja sudah ada dua kejadian yaitu kasus sodomi di tangerang dengan korban 43 anak dan pembuatan video porno yang melibatkan anak, (Republika.co.id, 10/1/2018).

         
Kasus pelecehan seksual di tahun 2018 juga terjadi di Surabaya, kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap MSH (29) seorang guru Sekolah Dasar Islam, di Surabaya dengan di duga telah mencabuli 65 siswa, ( liputan 6. com, Surabaya, 23/2/2018).

Baru- baru ini, Kasus pelecehan seksual juga terjadi di Jambi, Polda Jambi telah menangkap pelaku yg bernama Toni alias Angel, pria berusia 28 tahun dengan korban mencapai 80 anak dengan umur antara 15 hingga 17 tahun, ( liputan 6. com, 18/3/2018).
         
Kasus- kasus pelecehan seksual anak yang terus terjadi dan cenderung meningkat sejatinya menggambarkan betapa masyarakat ini sedang sakit dan rusak. Beberapa kasus pelecehan seksual dilakukan oleh orang terdekat korban, ayah, paman, saudara, yang harusnya menjadi penjaga dan pelindung, justru menjadi ancaman. Beberapa kasus juga dilakukan oleh guru, sosok pendidik yang harusnya menjadi teladan.
       
Kenyataan pahit buah dari diterapkannya sistem sekuler dengan berbagai persoalan yang ditimbulkannya, kemiskinan, rendahnya pendidikan, rusak dan tidak berfungsinya sebuah keluarga, kurangnya perhatian orang tua, serta rusaknya akal dan naluri karena teracuni ide- ide kebebasan telah menjadikan seseorang tidak lagi menjadikan agama sebagai tolak ukur dalam perbuatan, mengggunakan ukuran halal atau haram tetapi justru menggumbar nafsu atas nama kebebasan.

Tipisnya keimanan seseorang, buruknya pengaruh lingkungan, maraknya pornografi dan pornoaksi yang merangsang syahwat yang butuh pemuasan, serta sanksi yang belum memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan telah menjadikan kekerasan- kekerasan seksual pada anak senantiasa berulang.
         
Islam sebagai agama dengan aturannya yang lengkap, mampu memberikan solusi atas seluruh bentuk problematika yang menimpa manusia.

Dalam masalah kekerasan seksual pada anak, Islam memberikan solusi yang melibatkan beberapa faktor:

yang pertama adalah faktor individu keluarga; keluarga sebagai sekolah pertama, mempunyai tugas untuk mendidik, menanamkan keimaman yang kuat kepada anak- anaknya supaya menjadi pribadi- pribadi yang bertaqwa, hanya takut kepada Allah SWT, menyandarkan seluruh perbuatannya dengan tolak ukur pahala dan siksa.

Yang kedua; faktor masyarakat, masyarakat mempunyai tugas yang sama untuk saling peduli dengan lingkungan sekitarnya, menjalankan fungsinya untuk saling mengingatkan, melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar.

Faktor ketiga adalah negara; negara dengan kekuasannya  berkewajiban untuk mencegah hal- hal yang memberi peluang terjadinya kekerasan seksual, semisal pornografi dan pornoaksi, negara harus melarang tempat- tempat maksiat, negara harus menjamin aqidah warga negaranya dengan memberikan kurikulum berbasis agama, untuk membentuk masyarakat yang bertaqwa, dan negara harus memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku yang dapat menimbulkan efek jera.

         
Apabila kejahatan seksual yang dilakukan adalah zina, maka di hukum rajam jika pelaku sudah menikah, atau dicambuk seratus kali jika belum menikah. Apabila kejahatan yang dilakukan adalah liwath ( homoseksual),  maka hukumannya adalah hukuman mati.

Dan apabila kejahatan hanya pelecehan seksual tanpa zina dan liwath maka hukuman ditentukan oleh qadhi dengan hukuman yang tegas dan memberikan efek jera, serta di laksanakan di depan umum sehingga siapapun yang menyaksikan akan berfikir ribuan kali untuk tidak melakukan tindak kejahatan yang sama.
         
Begitulah Islam memberikan solusi atas persoalan kejahatan seksual, menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa diwujudkan dan diterapkan dalam kehidupan dengan penerapan aturan- aturan Islam sehingga setiap persoalan kejahatan seksual bisa di selesaikan.[MO]

Posting Komentar