Oleh: Emma Elhira


Mediaoposisi.com-Wanita adalah salah satu mahluk Tuhan paling lengkap dalam ciptaan-Nya. Bagaimana Tuhan menciptakan wanita dengan segala keindahannya, dibalut dengan  kelembutan serta keterampilan dan keahliannya yang tak bisa dianggap remeh. 

Dia juga mahluk kuat yang Tuhan ciptakan sebagaimana dia sanggup menjalani kehidupan pribadi sekaligus kehidupan sosial nya dalam waktu bersamaan.

Di rumah dia bisa jadi isteri yang sholihah, juga bisa menjadi  ibu yang sabar mengurus dan mendidik anak-anaknya, tapi juga  sekaligus bisa menjadi  wanita yang tangguh diluar rumah.

Bergesernya pemahaman tentang peran wanita saat ini yang tidak lagi hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi wanita juga bisa berkarier didunia pekerjaan tak ayal membuat para produsen kecantikan tergiur untuk memanfaatkan keadaan tersebut.

Propaganda Kaum Kapitalis.

Tak dapat dipungkiri, saat ini kecenderungan wanita ingin tampil cantik dan menarik semakin meningkat.

Hal ini dipengaruhi dengan derasnya kampanye serta propaganda kaum kapitalis tentang kecantikan. 

Contohnya adalah bagaimana maraknya pemilihan putri-putri an dan ajang pemilihan ratu kecantikan dan kemolekan tubuh dengan dibungkus pemilihan bakat saat ini  membuat bergesernya pemikiran kaum wanita tentang definisi cantik tersebut.

Wanita cantik diidentikkan dengan tubuh yang tinggi, kulit putih, bulu mata lentik, hidung mancung dan rambut hitam terurai.

Wanita memang menjadi salah satu obyek kaum kapitalis  agar bisa meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Bagaimana tubuh wanita dikapitalisasi dengan berbagai produk penunjang kecantikan dan penampilan.

Setiap Inci tubuh wanita dianggap bisa menjadi pengepul uang. Semakin gencar propaganda tentang kecantikan, semakin besar peluang produsen untuk membuat produk kecantikan.

Tanpa disadari wanita menjadi sangat ketergantungan dengan produk-produk penunjang kecantikan ini, bagaimana teknologi terus bergulir menciptakan alat-alat mutakhir demi membuat penampilan wanita bak putri di cerita-cerita dongeng.

Teknologi semakin berkembang pesat, salon-salaon kecantikan semakin menjamur, kampanye dan propaganda kecantikan semakin deras, permintaan masyarakat terutama wanita semakin besar terhadap produk kecantikan tersebut. Maka pundi-pundi harta kaum kapitalis kian menggelembung.

Eksplorasi Tenaga Wanita

Setelah berhasil mengeksplorasi bagian tubuh wanita, kaum kapitalis kemudian membidik ranah keterampilan yang dimiliki wanita.

Bagaimana wanita di nilai lebih cekatan, terampil dan teliti dalam melakukan pekerjaan sehingga membuat perusahaan dan usaha garmen lebih menyukai merekrut tenaga buruh wanita.

Selain keterampilannya, alasan pemilik pabrik lebih memilih buruh wanita salah satunya adalah karena buruh wanita lebih murah bayarannya daripada buruh laki-laki.

Mereka berpikir lebih baik mempekerjakan kaum wanita dengan hasil terbaik namun dengan bayaran murah. Bukan kah hal demikian lebih menguntungkan? Sedang rerutmen untuk kaum pria di dunia perburuhan menggunakan sistem kontrak kerja putus.

Buat pemilik pabrik tak jenjang pendidikan pekerja wanita tak menjadi masalah yang penting dia ahli dan rapih dalam mengerjakan satu pekerjaan.

Maka tak ayal buruh pabrik lebih banyak tertindas hak-haknya dikarenakan kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang Undang – Undang dan kebijakan Ketenaga kerjaan yang sesungguhnya lebih banyak merugikan pekerja wanita sendiri.

Belum lagi pemerintah lebih banyak melakukan pembiaran bagi yayasan-yayasan penyalur tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, terutama Tenaga Kerja Wanita nya.

Rekrutmen TKW yang diambil dari pedesaan dengan taraf pendidikan yang rendah serta dari daerah pedalaman dengan iming-iming gajih yang tinggi membuat putri-putri Indonesia baik gadis remaja belia, para janda bahkan para ibu rela meninggalkan kampung halamannya.

Disisi lain lemahnya regulasi ketenaga kerjaan bagi TKI terutama TKW belum bisa memayungi  dan melindungi mereka.

Tapi hal demikian masih tetap diabaikan, terbukti banyaknya tenaga kerja wanita yang mati konyol di negeri orang. Pemerintah  seolah abai pada tanggung jawabnya untuk melindungi rakyatnya.

Hal-hal seperti ini terus saja jadi incaran kaum kapitalis untuk menumpuk harta.

Fenomena Wanita Zaman Sekarang.

Wanita zaman sekarang seolah berlomba, berpacu dengan kaum pria dalam menghasilkan harta. Menghabiskan waktu-waktu berharganya diluar rumah untuk mengejar karier.

Meninggalkan sesuatu yang sebenarnya adalah tanggung jawabnya. Wanita seolah dipaksa memilih antara karier dan keluarga.

Jika bukan karena tuntuan ekonomi, mungkin bisa jadi karena ambisi. Tak jarang pula seorang suami mengingkan dan bangga jika isterinya melangkah keluar rumah membantunya mencari nafkah, atau orang tua yang merasa sia-sia menyekolahkan anak-anaknya hingga pendidikan tinggi namun berakhir hanya di dapur.

Yang akhirnya wanita hanya bisa pasrah pada keadaan yang menghimpitnya. Belum lagi akhlak wanita yang semakin tergerus dikarenakan pergaulan yang semakin memprihatinkan.

Bagaimana gejala hidup individualis semakin besar, gaya hidup yang terus mempengaruhi pikirannya, sehingga dia lebih memilih menghabisakan sisa waktunya yang sedikit untuk berkumpul bersama teman-teman arisannya atau geng squad nya.  Innalillahi. 

Peran Wanita Dalam Islam.

Memang tak bisa dipungkiri, peran wanita dalam masyarakat tetap menjadi perdebatan yang menarik untuk terus diperbincangkan.

Bagaimana wanita memiliki hak dalam memilih dan menentukan masa depannya sendiri. Bahkan untuk sebagian kelompok (baca : Kaum Feminisme) memperjuangkan kesetaraan gender itu adalah sebuah keharusan.

Agar hak-hak nya sebagi wanita yang bisa bekerja seperti hal kaum pria dapat dihargai sepadan bahkan setara dengan kaum pria. Namun sejatinya Islam sangat memuliakan wanita.

Dalam Islam wanita tidak dilarang mempunyai karier bagus, selama tidak melanggar hukum syara, berangkat keluar rumah dengan seizin suami.

Seorang wanita juga boleh berkiprah didunia politik selama posisinya tidak sebagai pengambil kebijakan. Bukankah ikut terjun ke masyarakat adalah bagian berpolitik?

Dengan mencerdaskan umat, ikut membina terutama kaum wanitanya agar bisa lebih berpikir cerdas karena dari rahim wanita lah kemudian akan terlahir generasi-generasi unggulan.

Dari wanita cerdas pula lah, kelak sebuah bangsa dan peradaban akan kembali berjaya. 

Islam Memuliakan Wanita.

Sungguh, Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita, bagaimana Al-qur’an beberapa kali mencantumkan ayat khusus untuk wanita. Dalam Al-Qu’an pula Allah sematkan sebuah surat, yakni surat An-Nisa.

Bagaimana Islam melindungi harkat dan martabat wanita, dengan memerintahkan untuk menutup aurot nya ketika dia keluar rumah, wajibnya ditemani mahrom saat berada diluar rumah dalam jarak dan waktu yang ditentukan.

Serta bagaimana islam memandang peran seoarang wanita sebagai mahluk sosial. Islam sangat mengharagi perannya sebagai ibu sekaligus pendidik generasi penerus peradaban dan menghormati perannya sebagai pembina umat.

Berbahagia lah menjadi mahluk Tuhan paling indah penciptaannya. Cukuplah bersyukur atas apa yang sudah Allah anugerahkan pada kita sebagai wanita.

Tak ada kosmetik paling mutakhir yang bisa menyaingi keindahan paras baik hati, ikhlas dan tulus yang Allah berikan sebagai cahaya yang terpancar dari wajahnya.

Tak ada aksesoris lebih maha dibanding dengan adab seorang isteri sholihah yang menjaga marwahnya disaat jauh dari suaminya. Masya Allah.[MO]

Posting Komentar