Banjir TKA

Oleh : Winda Sari 
(Mahasiswi Universitas Jember)


Mediaoposisi.com- Tenaga Kerja Asing (TKA), tak asing di telinga, namun asing penyandang gelarnya. Banyak TKA yang bekerja di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, bahwa di tahun 2017, ada sekitar 74.000 TKA di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.000 di antaranya berasal dari China.

China menduduki peringkat atas karena yang terbanyak diantara jumlah TKA berasal dari China. Menurut Kepala Subdit Analisis dan Perizinan TKA Kemenakertrans, Yanti Nurhayati Ningsih, sejak 2012 TKA asal China yang bekerja di Indonesia memang peringkat pertama.

Banyaknya TKA di Indonesia ini tak luput dari campur tangan pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, minta regulasi tenaga kerja asing dipermudah. Hal ini tentu akan membuat TKA semakin mulus untuk bekerja di Indonesia.

Daya saing tenaga kerja pribumi akan tersingkirkan karena banyaknya TKA yang masuk. Apalagi pemerintah saat ini lebih condong kepada TKA dibanding anak negeri sendiri.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat menegaskan, bahwa TKI di luar negeri dan TKA di Indonesia ini apple to apple, artinya sama. Namun, bedanya permintaan Negara internasional terhadap TKI memang sudah meminta izin dari pemerintah Indonesia.

Akan tetapi, anehnya tidak ada permintaan yang kuat untuk mendatangkan TKA.
Maka dari itu, Ketua KSPSI, Jumhur Hidayat, menduga bahwa di balik TKA yang sedang marak di Indonesia pasti ada misi lain. Jumhur juga menegaska, bahwa kedatangan TKA ini justru malah memperlebar biaya, bukan memperkecil biaya.

Fenomena TKA dan apa sebenarnya yang melatarbelakangi pemerintah memperkerjakan TKA di Indonesia  membuat puyeng kepala. Tak ada habisnya pemerintah ini berhubungan dengan asing yang sudah jelas-jelas merugikan.



Kalau dulu kolonialisasi, tapi sekarang konspirasi. Konspirasi di balik ini semua, konspirasi jahat yang mendatangkan bencana, entah siapa yang ada di balik ini semua, yang jelas ada campur tangan kafirnya.

Apa sih untungnya dari merekrut TKA sampai-sampai regulasi TKA ini harus dipermudah? Maih kurang kah tenaga pribumi?

Banyak orang-orang pribumi yang jauh lebih pintar daripada TKA. Banyak generasi yang siap untuk membangun negeri. Tapi, apa daya pribumi yang tak bisa berkutik atas kebijakan penguasa.

Pribumi yang seharusnya di kasih tempat untuk bekerja, pemerintah yang seharusnya menyediakan lapangan kerja untuk pribumi supaya tidak terjadi kesenjangan sosial, malah lapangan pekerjaannya di kasih kepada TKA.

Kalau sudah seperti ini, dikatakan jahat tidak mau, dikatakan tidak adil tidak mau, dikatakan otoriter juga tidak mau. Maunya dikatakan mengedepankan kepentingan rakyat, tapi bukan rakyat Indonesia, melainkan rakyat asing.

Banyak pribumi yang belum mendapatkan pekerjaan, atau sudah bekerja tapi penghasilan tak memenuhi kebutuhan. Seharusnya, pemerintah lebih mengutamakan ini, daripada orang luar negeri untuk dipekerjakan di negeri ini.

Lalu, adakah solusi atas kejadian ini? Jawabannya pasti ada.

Apa itu solusinya ? Sudah memancarkan cahaya, bahwa solusi itu ialah Islam.
Kenapa harus Islam ?

Islam agama yang sempurna, di dalamnya terdapat Al Quran dan Hadits yang harus dipegang teguh oleh muslim. Aturannya bersumber pada Sang Pencipta, bukan pemikiran manusia yang dangkal dan tak bersolusi tapi berpolusi, polusi masalah di mana-mana.

Islam mengatur masalah umat, termasuk di dalamnya adalah pemenuhan lapangan pekerjaan bagi umat, tidak ada campur tangan asing dan tidak konspirasi.

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.

Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu?

Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain.

Karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisaa : 138 – 140)[MO]

Posting Komentar