Ilustrasi
Oleh: Novita Sari Gunawan

 Anggota Akademi Menulis Kreatif dan Aktif berkontribusi membina SDM muslimah


Mediaoposisi.com-Indonesia bubar 2030, Begitulah bunyi 'ramalan' Prabowo. Ia mengutip sebuah karya fiksi ilmiah novel fiksi Ghost Fleet: a Novel of The Next World War, karya ahli strategi politik dan pengamat militer, Peter W. Singer dan August Cole sebagai dasar 'ramalannya'.

Sontak saja pernyataannya itu menggegerkan publik. Bahkan Ketua Pusat Studi dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi, menganalisa yang disampaikan oleh Prabowo itu hanyalah ilusi politik.

Lain lagi dengan tanggapan mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo. Menurutnya, prediksi yang diambil dari sebuah novel Ghost Fleet itu bisa lebih cepat apabila kepastian hukum makin lemah, krisis ekonomi dan sosial makin mengancam, kesenjangan makin terbuka, sumber daya alam banyak dikuasai asing, dan lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Gatot melihat hal itu dalam konteks pertahanan dan keamanan negara.
(cnnindonesia.com)

Disebut Ghost Fleet yang secara harfiah diartikan sebagai 'armada hantu'. Dalam novel ini, diceritakan sosok yang bernama komandan Jammie Simmons. Tokoh kunci dalam 'armada hantu' itu. Ia mengarungi lautan bersama kapal perang USS Coronado.

Ia berusaha merebut kembali Hawaii dari cengkeraman China. Ditengah berkecamuknya perang antara blok kapitalis barat (Amerika dan Eropa) melawan blok timur (China dan Rusia), Indonesia juga disebutkan dalam novel tersebut. Hanya saja dikisahkan Indonesia tak lagi menjadi sebuah negara yang berdiri dan memiliki kedaulatan.

Mungkinkah ramalan tersebut akan terjadi? Jawabannya mungkin saja. Jika Indonesia masih mengadopsi ideologi kapitalisme buatan manusia yang saat ini memimpin peradaban dunia. Ideologi ini terbukti sebagai biang keladi kerusakan di berbagai lini kehidupan.

Diskriminasi dan penindasan terhadap kaum perempuan, runtuhnya bangunan keluarga, merebaknya pelecehan seksual, prostitusi, aborsi, HIV Aids hingga LGBT dan berbagai penyakit sosial lainnya.

Pendidikan semakin mahal, tak semua individu dapat mengecap bangku sekolah, terlebih lagi kesempatan duduk di perguruan tinggi. Mahalnya biaya pendidikan pun tak berkolerasi dalam mencetak generasi yang cerdas lagi handal. Terbukti dalam berbagai fakta kerusakan moral dan akhlak pada murid dan oknum guru.

Orang  miskin dilarang sakit, begitulah bunyi pepatah yang berlaku saat ini. Biaya pengobatan yang membumbung tinggi. Tak mampu dijangkau oleh rakyat jelata. Banyak nyawa yang tak tertolong karena ketiadaan biaya.

Kemiskinan semakin merajalela. Sumber daya alam yang merupakan rahmat bagi seluruh rakyat diprivatisasi oleh segelintir individu saja. Hanya para pemilik modal yang punya kuasa menggelindingkan bola salju kekayaan mereka.

Sedangkan rakyat jelata yang hidup miskin terus saja dengan nasibnya yang seolah tak berhak memiliki harapan. Sistem ekonomi kapitalisme terbukti tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia secara merata.

Kesejahteraan hidup bagi rakyat Indonesia bukanlah mimpi di siang bolong, asalkan ideologi Islam yang diterapkan menjadi aturan kehidupan. Islam satu-satunya agama yang tidak hanya mengatur perkara ibadah tetapi juga mengurusi ranah publik.

Islam agama universal yang turun langsung dari Sang Pencipta alam semesta dan seisinya tentu secara logika manusia ialah satu-satunya yang mampu membuat aturan paling tepat bagi ciptaannya.

Sistem politik Islam tidak memaksa keragaman manusia harus serba sama. Makan makanan yang sama, atau berwarna kulit yang sama bahkan memaksa masuk kedalam agama yang sama. Sistem politik islam mengurusi permasalahan aturan ekonomi, politik, dan sosial dalam urusan kemasyarakatan.

Negara yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas dan handal. Untuk berkontribusi mengambil peran dalam kemajuan bangsa dan negaranya.

Dalam sistem pendidikan Islam, program wajib belajar berlaku atas seluruh rakyat. Negara wajib pula menjamin pendidikan seluruh warga secara cuma-cuma dengan fasilitas sebaik mungkin.

Ketika ekonomi Islam diterapkan secara menyeluruh, maka kemiskinan tinggallah sejarah. Pemimpin di dalam Islam akan membangun perekonomian negara dengan membangun konglomerasi multinasional atau menyewa tenaga ahli untuk belajar membuat alat-alat produksi agar bisa membangun perekonomian yang mandiri. Melepaskan jeratan ketergantungan pada cengkeraman asing.

Prabowo boleh saja meramalkan kondisi Indonesia atas inspirasi yang ia dapatkan saat membaca fiksi Ghost Fleet tersebut, hanya saja kita sebagai kaum Muslim tidak berputus asa atas RahmatNya, terlebih lagi kita harus meyakini apa yang telah dijanjikan olehNya.

Janji Allah kepadanya hamba-hambaNya yang beriman untuk menolong mereka, menyempurnakan cahayaNya, mengokohkan kedudukan kaum Muslim atas bangsa-bangsa lain di dunia. Serta memenangkannya atas semua ideologi yang ada. Meskipun orang-orang kafir berusaha keras menghalangi nya.

Pertama, janji Allah SWT untuk memenangkan Islam atas seluruh agama dan ideologi yang ada di seluruh dunia. Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ  لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗ  وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا   

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi." (QS. Al-Fath 48: Ayat 28)

Kedua, janji Allah untuk meneguhkan Islam dan kaum Muslim, serta membatalkan keadaan yang buruk menjadi baik. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ  وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا   ۗ  يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا   ۗ  وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur 24: Ayat 55)

Ketiga, janji Allah SWT untuk senantiasa membela, menyertai dan menyelamatkan orang-orang mukmin. Allah SWT berfirman:

ثُمَّ نُنَجِّيْ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كَذٰلِكَ ۚ   حَقًّا عَلَيْنَا نُـنْجِ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban Kami menyelamatkan orang yang beriman." (QS. Yunus 10: Ayat 103)

Indonesia tidak akan bubar, jika kita terapkan ideologi islam menjadi aturan kehidupan. Mari kita bersama-sama berjuang menyongsong janji Allah yang telah kita nantikan. Kembalinya kemuliaan dan kejayaan peradaban dalam naungan Islam yang akan menjadi Rahmat bagi semesta alam.[MO/br]


Posting Komentar