Oleh : Dini Prananingrum, ST 

Mediaoposisi.com-Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki generasi muda dengan keadaan yang memprihatinkan.

Selain terbelit dengan masalah kemiskinan dan putus sekolah, banyak yang terlibat dengan kekerasan di kalangan pelajar seperti maraknya klitih (KRJogja.com), bahkan terjerat dengan narkoba, perilaku seks bebas hingga terjangkit HIV/AIDS ataupun terlibat dalam kegiatan kriminal lainnya.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Ali Djohardi, Tahun 2017 ini pengguna narkoba di Indonesia tercatat sebanyak 5,1 juta jiwa, dan pengguna paling banyak berada pada usia produktif 24-30 tahun (detik.com).

Bahkan pada awal tahun 2018 ini rentetan artis muda terjaring polisi karena terbukti sebagai pengguna narkoba aktif. 

Inilah gambaran generasi kini yang membuat prihatin kalangan muslimah khususnya kaum Ibu. Kaum Ibu harus memiliki pengawasan lebih dalam menjaga dan mendidik buah hati tercintanya, agar tidak terbawa arus sekuler-liberal (sekuler-memisahkan agama dengan kehidupan).

sumber dari berbagai masalah generasi. Karena anak adalah amanah yang dititipkan Allah untuk Ibu jaga.

Mata Rantai Tegaknya Peradaban Islam

Islam memandang mengenai masalah perempuan, keluarga dan generasi adalah mata rantai tegaknya sebuah peradaban Islam yang luhur.

“Syubbanul yaum rijaalul ghadi” (Pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan). Sebuah petikan Arab ini menunjukkan pentingnya generasi dalam menyongsong peradaban dunia.

Karena merekalah penentu masa depan umat, perannya sangat strategis dalam membangun suatu peradaban. Bila generasi itu baik, maka baik dan kuatlah suatu peradaban. Jika generasi itu rusak, maka hancurlah masa depan peradaban tersebut. 

Karena seorang generasi cemerlang adalah tumpuan harapan peradaban yang lebih baik, maka dibutuhkan peran muslimah dalam mencetak dan melahirkan generasi cemerlang pemimpin peradaban.

Seorang Muslimah memiliki peran dalam mencanangkan tonggak sejarah kehidupan suatu peradaban, merekalah yang mewarnai dan menentukan profil suatu peradaban, sehingga peradaban yang berkepribadian mulia pasti lahir dari muslimah yang mulia pula.

Untuk mewujudkan peradaban yang berkepribadian mulia, maka para muslimah mengemban amanah untuk turut serta berperan melahirkan generasi-generasi cemerlang, baik dalam posisinya di sektor domestik maupun dalam posisinya di sektor publik.

Peran Muslimah Di Sektor Domestik

Dalam sektor domestik, muslimah memiliki kewajiban sebagai seorang Istri dan ibu yang mengandung dan mendidik anak.

“Ummu wa robatul bayt” (Ibu dan Manager Rumah Tangga) . Sebagai seorang isteri, muslimah wajib berbakti kepada suami, dengan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.

Di sini muslimah memiliki peran dalam membentuk generasi penerus peradaban. Dibalik diri seorang ulama atau ilmuan besar, ada seorang ibu yang luar biasa atau seorang istri yang luar biasa

Andaikata Imam Syafi tidak memiliki ibu yang tangguh, barangkali si anak yatim ini akan tumbuh di jalanan, jadi pengemis atau pengamen dan tidak menjadi seorang pembelajar yang memenuhi setiap rongga tubuhnya dengan ilmu, sekalipun mereka didera oleh kemiskinan. 

Demikian juga andaikata istri Al-Bukhari, Ibnu Sina atau Ibnu Khaldun tidak sigap mengambil peran dan tanggung jawab rumah tangga

Tentu para ulama atau ilmuwan besar itu akan cukup sering direpotan oleh anak-anak mereka, apalagi ketika mereka sering harus mengembara menghadiri majelis-majelis ilmu.

Allah SWT menciptakan perempuan sebagai seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya, mendidik mereka untuk mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya, serta merawat anak-anaknya agar mereka bisa menjadi pondasi bagi sebuah keluarga terhormat.

Ibu memberikan perawatan, pengasuhan pada anak-anaknya dengan kasih sayang, di mana semua terhubung pada peran yang Allah SWT telah siapkan untuknya.

Sosok ibu adalah inti dari bangunan sebuah keluarga. Dia adalah pondasi dan pilar bagi keluarga muslim yang terbangun di atas aqidah Islam.

Jika ia baik, maka anak-anaknya akan menjadi kuat dan lurus. Namun jika ia rusak maka rumah tangganya akan rapuh bahkan hancur. Bahkan sosok ibu adalah tulang punggung bagi kaum laki-laki. 

Pencetak generasi pahlawan dalam sebuah peradaban seperti halnya sosok Abu Bakar. ra, Umar. ra, Utshman. ra, dan Ali. ra, dan masih banyak contoh lain sepanjang sejarah Islam.

Sehingga tugas seorang muslimah tidaklah mudah dan juga bukan peran yang sederhana, karena dengan tangannya ia akan membentuk generasi, pelaku masa depan. 

Generasi yang tidak takut oleh apapun dan siapapun kecuali kepada Allah SWT. Generasi cemerlang, visioner, di mana visi mereka mampu menembus ke atas langit ke tujuh yang lebar meliputi bumi, menuju surga. 

Peran Muslimah Di Sektor Publik

Sedangkan dalam sektor publik, seorang muslimah juga memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi di tengah-tengah umat demi membangun sebuah peradaban gemilang.

Karena itu, muslimah juga dituntut untuk cerdas dan pandai. Muslimah diwajibkan untuk menuntut ilmu dan mengamalkan tiap ilmu yang dimiliki sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.

Di dalam peradaban Islam, muslimah diposisikan sebagai sosok yang dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun sebuah peradaban. 

Dalam kaitannya dengan generasi, peranan muslimah sangat penting sebagai bagian integral dalam menjamin masa depan generasi cemerlang. Sebagai Ibu Generasi Masa Depan.

Karena perempuan di mata Islam memiliki peranan supra strategis dalam melahirkan dan mendidik generasi, baik itu sebagai ibu dari anak-anaknya di rumah (ummu wa robbatul bait) maupun sebagai ibu generasi dalam makna luas.

Ditangan kaum perempuanlah generasi terbaik kaum khairu ummah akan terbentuk. Sebagaimana firman Allah SWT :  ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.(QS. Ali Imrān : 110).

Seorang muslimah memiliki peran mendidik generasi di ruang publik sebagai ibu generasi, yang senantiasa terus melakukan pembinaan di tengah-tengah umat sehingga muncul orang-orang yang berkepribadian Islam.

Umat dibina perilakunya dengan ilmu yang dimilikinya, dipraktikkan dan selalu dikaitkan dengan akidah dan syariah.

Seorang muslimah berperan dalam membina generasi dengan tsaqofah Islam dalam rangka membentuk dan menguatkan kepribadian Islam pada generasi.

Serta berperan mencerdaskan generasi dengan bidang ilmu tertentu yang bermanfaat dan mengajarkannya adalah sebuah keutamaan dalam Islam, selama ilmu tidak bertentangan dengan aqidah Islam. 

Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdul Wahid bin Zaid, “Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, maka Allah akan membuka baginya ilmu yang belum diketahui sebelumnya.”

Peran Sejati Muslimah

Inilah gambaran peran penting muslimah dalam mencetak generasi cemerlang bagi sebuah peradaban yang gemilang.

Sebuah generasi pemimpin yang akan mengeluarkan negeri ini dari kegelapan menuju cahaya, dan sebuah generasi membutuhkan seorang muslimah yang mencetak pemimpin-pemimipin besar itu. 

Sungguh, negeri ini membutuhkan sosok muslimah pencetak generasi cemerlang yang berkpribadian Islam, berjiwa pemimpin, berilmu pengetahuan,  memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan hidup dengan panduan Islam serta pejuang di masa depan yang berjuang meninggikan kalimat Allah SWT.[MO]

Posting Komentar