Oleh : Kunti Mandasari 

Mediaoposisi.com- Pertengahan bulan ini berita penangkapan sejumlah artis secara berturut-turut menambah panjang deretan kasus Narkoba di Negeri ini. Rabu, 14 Februari 2018 pagi, Satgas Narkoba Polres Jakarta Selatan menagkap artis Fachri Albar dikediamanya di kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan.

Tidak tanggung-tanggung setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib ternyata Fachri Albar sudah 10 tahun mengkonsumsi Narkoba. Dihari yang sama artis Roro Fitria yang merupakan salah satu duta anti narkoba ditangkap petugas Ditreskim Narkoba Polda Metro Jaya saat bersama ibunya.

Selang 2 hari kemudian, pada hari Jumat, tanggal 16 Februari 2018 Direktorat Narkoba Polda Jaya yang dipimpin oleh AKBP Jean Calvin telah menangkap putri pedangdut Elvi Sukaesih yakni Dawiyah Saidah, terkait penyalah gunaan narkoba.

Dawiyah tertanggakap bersama 3 anggota keluarga terdiri dari tunangan, kakak, dan kakak iparnya. Sebelum artis-artis tersebut ditangkap sudah tercatat ada beberapa deretan artis yg terjerat narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) komjen Budi Waseso mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Indonesia yang masih darurat Narkoba. Menurutnya, Indonesia dinyatakan darurat Narkoba sejak tahun 1971. Ketika itu, presiden RI ke-2 Soeharto menyatakan, Indonesia sedang dalam kondisi darurat.

Berarti sudah kesekian kalinya pergantian presiden dan kondisi darurat narkoba belum berakhir. Malah semakin tahun penggunaan dan peredarannya semakin menjadi.

 Bukan hanya kalangan jetset bahkan kalangan menengah ke bawah, bukan lagi orang dewasa tetapi sudah merambah ke kalangan remaja dan anak-anak. Dengan bentuk dan jenis yg semakin beragam.

Semakin Menjamur!
Baru-baru ini sebanyak 81 karung atau sekitar 1,6 ton sabu ditemukan di kapal ikan berisi jaring ketam berasal dari Taiwan dengan bendera Singapura Km. 61870 Penuin Union yang rencananya diedarkan di Jakarta (Kompas.com, 2018). Saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia untuk penjualan dan pengedaran narkoba. Bahkan narkoba yang paling mahal dijual di Indonesia.

Menurut kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Brigadir Jendral Pol. Johny P. Latuperissa jika di Taiwan harga sabu hanya Rp 200.000,-/gram, di China Rp 100.000,-/gram, sementara di Indonesia bisa jauh lebih mahal dan semakin tahun, harga narkoba di Indonesia semakin mahal.

Semakin maraknya pengedaran dan penggunaan narkoba tidak lepas dari efek penerapan sistem sekuler. Sekuler menjadikan banyak orang lalai akan tujuan hidup, hari akhir dan dasyatnya hari pembalasan.

Sistem sekuler menjadikan orang sebagai pemuja kebebasan dan akibatnya suburlah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (hedonisme). Halal atau haram bukan standar hidup mereka, pahala ataupun dosa bukan lagi menjadi perkara yang dianggap penting. Padahal Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah” {QS. Al-Baqarah : 172}

Ditengah himpitan hidup dari berbagai lini, harga-harga kebutuhan yang semakin meroket tidak diimbangi dengan penghasilan yang mewadai, lowongan pekerjaan yg semakin sulit, tututan hidup yang semakin menghimpit.

Belum lagi masalah keluarga yg sangat pelik, sekarang banyak anak -anak yang tumbuh tanpa pendampingan orangtua. Kebanyakan sibuk mencari uang sampai-sampai melupakan pendidikan dan perhatian terhadap anak, anak-anak hanya diberikan materi dan materi. Belum lagi marak anak-anak yg membentuk geng dan menjadikan standar gaul yang berani mencoba tantangan baru salah satunya memakai Narkoba.

Dari coba-coba menjadikan generasi muda ini pencandu Narkoba. Memang sesaat setelah mengkonsumsi efeknya luar biasa, yang awalanya penakut bisa jadi pemberani yang awalnya minder bisa jadi percaya diri, untuk sesaat semua beban masalah bisa terangkat.

Namun hanya sesaat, setelah itu akan kembali lagi. Karena memang menggunakan narkoba hanya menjadi pelarian bukan penyelesaian kongkrit sebuah masalah. Ak hanya itu banyak dari kalangan artis juga tergiur menggunakan Narkoba karena iming-iming yang menjadikan diri tidak cepat lelah dan terus semangat. Sehingga mereka berani mengkonsumsi Narkoba tanpa mempertimbangkan dampak buruknya.

Lemahnya Hukum
Hukum yang diterapkan terlalu lemah, vonis mati yang diharapkan bisa menimbulkan efek jera justru masih bisa dibatalkan oleh MA dan grasi oleh Presiden. Alhasil, bandar maupun pengedar masih memiliki peluang untuk bebas. Belum lagi atas dalih HAM (Hak Asasi Manusia) mereka menggunggat keputusan yang telah bulat.

Pada faktanya meskipun dibalik jeruji besi, bandar dan pengedar narkoba masih bisa mengontrol peredaran narkoba. Bahkan tidak sedikit pula para aparat penegak hukum yang terjerat dalam bisnis ini. Persoalan narkoba ini hanya bisa terselesaikan tuntas apabila para penegak hukum di negara ini adalah orang-orang yang bertaqwa yaitu para penegak hukum yang mau menerapkan aturan sang pencipta Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Penegak hukum yang mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Dan para penegak hukum yang seperti ini hanya bisa dilahirkan  melalui sistem Islam. Ketika sistem islam diterapkan maka pintu-pintu kemaksiatan akan tertutup rapat.

Dalam sistem pemeritahan islam seorang pemimpin (Khalifah) memiliki kewajiban meri'ayah umatnya mulai kebutuhan dasar, sandang, pangan maupun papan yang selama ini masih belum mampu terpecahkan. Serta memberikan pembinaan akidah islam yang matang pada setiap individu masyarakatnya.

Ketika kesadaran  masyarakat terbangun bahwa kebahagiaan hakiki hanya akan di dapat apabila ada ketaatan terhadap pencipta maka peluang penyalahgunaan barang haram semakin kecil. Karena mereka paham bahwa kehidupan dunia adalah ladang untuk beramal mempersiapkan kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

Kemudian pemberian sanksi terhadap pelaku sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan. Sanksi yang diberlakukan berdasarkan ijtihat khalifah dan qhadi melalui istinbat.

Sehingga diharapka dengan kembalinya penerapan islam secara menyeuruh akan mampu menyelesaikan deretan permasalah peredaran Narkoba yang semakin merajalela hingga akhirnya dapat mempengaruhi peradapan generasi muda khususnya generasi Islam yang cemerlang. [MO]

Posting Komentar