Oleh :  Novita Sari Gunawan, 
Pegiat Komunitas Media Suara Muslimah


Tuhan mungkin Kau ku abaikan
Tak kudengarkan peringatan
Kusakiti Engkau sampai perut bumi
Maafkan kami ya Rabbi

Mediaoposisi.com- Berikut sepenggal lirik lagu dari Penyanyi cilik Sherina yang saat ini sudah beranjak dewasa. Lagu yang berjudul 'Indonesia Menangis' dirilis setelah terjadi bencana dahsyat yang menimpa kota Banda Aceh tahun 2004 silam. Ya, saat itu bencana tsunami menimpa saudara-saudara kita di penghujung barat tanah air.

Hingga saat ini pun kita masih terus dikejutkan dengan berbagai bencana alam yang menimpa negeri ini. Berbagai musibah yang membuat jatuhnya korban jiwa, orang-orang yang terluka, rusaknya harta benda dan tempat tinggal mewarnai tiap tahunnya.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, yaitu bencana banjir dan longsor di beberapa titik daerah di provinsi Jawa barat dan Jawa tengah. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan ada tujuh daerah di Jawa barat yang diterpa hujan dan longsor karena lonjaknya intensitas hujan yang menyebabkan jebolnya tanggul akibat meluapnya air sungai.

Dilansir banjir terjadi di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung, serta satu kecamatan di Majalengka dan Kuningan. Sementara bencana longsor terjadi di Subang, Sumedang, Majalengka, serta Kuningan. Sedangkan di Jawa Tengah, banjir menerjang wilayah Cilacap dan lima kabupaten di Kecamatan Brebes dan longsor menimpa Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Brebes.

Sebagai seorang muslim, kita meyakini musibah yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. Tidak ada satu pun kejadian di alam semesta ini terjadi atas izin selain-Nya. Namun di sisi lain kita juga melihat sebagian bencana alam seperti banjir dan longsor ini merupakan fenomena alam yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur'an surat Ar-rum ayat 41:

الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, yang maksudnya Allah memberikan pelajaran agar merasakan apa yang sebagian mereka telah perbuat, dan juga agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar."

Disebutkan bahwa kerusakan itu akibat ulah tangan manusia, yaitu ulah tangan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya penebangan hutan, pembangunan gedung-gedung tinggi menjulang tanpa memerhatikan wilayah resapan air sehingga banyaknya tanah yang tertutupi bangunan serta aspal, dan sebagainya.

Tak kalah pentingnya, kerusakan yang dibuat oleh manusia secara tidak langsung, seperti yang digambarkan oleh sebait lirik lagu diatas, manusia abai terhadap peringatan Allah sehingga kemaksiatan yang dilakukan semakin merajalela. Teguran dari Allah berupa musibah  bencana alam agar kita dapat mengambil hikmah dibaliknya.

Mengapa kemaksiatan terus saja terjadi tak pernah berhenti namun semakin menjadi? Tak lain karena aturan hidup manusia ini tidak diatur oleh aturan Penciptanya. Manusia bebas mengatur dirinya sendiri hingga terjadi kerusakan di seluruh aspek kehidupan.

Tingkat kriminal yang semakin menjulang, pergaulan yang semakin bebas, jumlah pengguna narkoba meningkat tiap tahunnya, korupsi di berbagai lini, gagalnya pendidikan yang melahirkan buruknya moral pelajar, dan masih banyak lagi.

Semua kerusakan yang terjadi harus lah diperbaiki, hanya saja tidak cukup fokus pada perubahan skala individu. Tanpa menafikkan perbaikan individu seperti taubat dari maksiat dan hijrah pada kehidupan yang lebih baik itu penting.

Hanya saja karena individu tersebut hidup bermasyarakat terikat dengan aturan, maka aturannya juga harus mendukung terciptanya manusia yang bertakwa. Sudah selayaknya aturan yang diadopsi oleh manusia bersumber dari Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi serta isinya berikut seperangkat aturannya.

Mekanisme Alam semesta saja tunduk selaras dengan aturannya, manusia yang dikaruniai akal pun semestinya menerapkan aturan-Nya dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta Islam Rahmatan Lil Alamin. Islam yang membawa keberkahan bagi alam semesta beserta isinya. [MO]



Posting Komentar