Pendidikan

Oleh: Hanifah Al azkia,S.Pd 
( ibu Rumah tangga,Probolinggo)

Mediaoposisi.com- Sebagai seorang ibu,tentu kita ingin semua anak-anak kita berpendidikan tinggi,mampu meraih cita-citanya dan ikut berkontribusi besar dalam membangun sebuah peradapan yang mulia.

Namun apa daya,zaman now kita harus membayar mahal jika ingin masuk perguruan tinggi.Hal ini karena pendidikan di indonesia sudah termasuk wilayah komersil,profit oriented.Adanya otonomi kampus dan juga liberalisasi pendidikan membuat biaya pendidikan di perguruan tinggi semakin tak terkendali.Hanya yang beruang yang bisa melenggang.

Baru-baru ini Pemerintah mulai memikirkan bagaimana pihak perbankan bisa melaksanakan Kredit Pendidikan atau 'Student Loan' bagi mahasiswa di  Perguruan tinggi indonesia.Melalui program ini, Mahasiswa bisa mencicil biaya perkuliahannya ketika sudah diterima di dunia kerja.

Ide ini diungkapkan Presiden Joko Widodo pada  saat bertemu para petinggi perbankan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3/2018). (KOMPAS.com, Jumat, 16/3/2018).

Ide ini seolah-olah memberi angin segar bagi kalangan kurang mampu.semua bisa kuliah tanpa berpikir tentang biaya lagi.

Apakah ini sebuah solusi? Mengatasi masalah tanpa masalah?

Ataukah hanya upaya pemerintah untuk semakin berlepas tangan dari mengurusi urusan rakyatnya.ide ini muncul juga berlatar belakang target pertumbuhan kredit perbankan yang tidak memenuhi target.

Dengan memberikan kredit pendidikan melalui program student loan ini tentu di harapkan pertumbuhan kredit bisa meningkat.Artinya pihak bank harus meraup untung melalui prosetase bunga pinjaman.Pihak kampus juga semakin untung dengan meningkatnya jumlah mahasiswa.Sekali lagi,profit oriented.

Sementara bagi mahasiswa Student loan bisa jadi membawa sebuah mimpi buruk. Bayangkan, begitu mereka mendapat gelar sarjana,alih-alih berpikir tuk bekerja kemudian menikah.Tugas pokok mereka adalah membayar utang. Ironisnya, mereka dipaksa mencari pekerjaan berupah tinggi supaya bisa melunasi utang. Kalau tidak, selamanya mereka akan dikejar-kejar oleh hutang.

adahal kita tahu mencari pekerjaan tidaklah mudah.Sebuah data menyebutkan, jumlah sarjana menganggur di Indonesia mencapai 2,6 juta orang. Versi lain menyebutkan, jumlah keluaran Universitas yang menganggur setiap tahunnya mencapai 60%, sedangkan yang terserap lapangan kerja hanya 37%.

Artinya, dengan kondisi kerja seperti sekarang, student loan hanya akan memaksa mahasiswa untuk menanggung utang seumur-hidupnya.

Satu masalah lagi, berhutang di bank tentulah dengan bunga ribawi.
Semakin lama tunggakan pembayarannya tentu bunganya semakin tinggi.Sang sarjana semakin terbebani.

Sebagai seorang muslim kita wajib menjauhi bunga bank (riba) karena hukumnya adalah haram berdasarkan pada firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw, di antaranya adalah sebagai berikut:

Firman Allah swt:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, 

Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah [2]: 275).

Friman Allah swt lainnnya adalah:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (QS. Ali Imran [3]: 130).

Berbagai sabda Rasulullah saw diantaranya adalah

1.“Allah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, dua orang saksinya, dan penulisnya (sekretarisnya)”. (HR penulis sunan, At Tirmidzi menshahihkan hadits ini)

2. Sabda Rasulullah yang lain: “satu dirham riba yang dimakan seseorang dengan sepengetahuannya itu lebih berat dosanya daripada tiga puluh enam berbuat zina” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

3. Sabda Rasulullah saw: “Riba mempunyai tujuh puluh tiga pintu, pintu yang paling ringan adalah seperti seseorang menikahi ibu kandungan” (HR. Al Hakim dan ia menshahihkannya)

Demikianlah gambaran program Student Loan. Sungguh tidak layak untuk di terapkan.Program ini muncul dari sistem hidup Kapitalis yang serba materialis. Program apapun akan dijalankan, jika pemodal di untungkan.

Berbeda dengan sistem hidup Islam. Dalam Islam, hidup adalah untuk meraih ridho Allah, bukan untuk semata profit oriented. Begitupun dalam pendidikan. Islam memiliki aturan rinci bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan.

Pendidikan diletakkan sebagai bagian dari hak dasar bagi setiap warga negaranya.Pendidikan merupakan layanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah tanpa biaya alias free.Pendidikan harus dibiayai oleh kas negara.

Jangan bertanya darimana pemerintah mempunyai dana besar untuk menggratiskan pendidikan?
Dalam islam Sumber daya alam harus di kelola oleh negara dan haram di kelola asing.Indonesia adalah negara yang sangat kaya SDA.

 PT Freeport Indonesia di Papua adalah yang terbesar di dunia, baik dari sisi luas area maupun produksi per tahunnya. Menurut Thompson Reuters dan Metals Economics Group yang dilansir CNBC (19/3/2012), tambang dengan luas 527.400 hektar itu pada tahun 2011 lalu memproduksi emas sebanyak 1.444.000 ons atau 40.936 kg.

Menurut pihak Freeport, jumlah cadangan emasnya sekitar 46,1 juta troy ounce. Bila dihitung dengan acuan harga emas sekarang yang sudah menyentuh kisaran Rp 550.000 per gram, maka jumlah cadangan emas Freeport itu mencapai Rp 1.329 trilyun.

Jika indonesia menerapkan sistem islam dan tambang itu di kelola sendiri oleh indonesia,tentu bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyatnya,termasuk menggratiskan pendidikan.

Posting Komentar