Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Jenderal Gatot Nurmantyo baru baru ini membenarkan pernyataan Prabowo mengenai bubarnya Indonesia.

Dikutip dari detik.com, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak semua pihak merenungkan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Indonesia tentang #IndonesiaBubar2030.

Menurut Gatot, di tahun politik, pernyataan tokoh politik seperti Prabowo bisa dipersepsikan menjadi negatif atau positif.

Jika dilihat dari sisi positif, pernyataan mantan Danjen Kopassus itu bisa diartikan sebagai peringatan serius yang harus dipikirkan solusinya.

"Soal ancaman Indonesia bubar 2030 malah bisa lebih cepat” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran Mediaoposisi, ada beberapa tanda yang mengindikasikan bubarnya Indonesia dalam waktu tak lama lagi.

Aset Negara Diobral
“BUMN kita senangnya memiliki (aset). Setiap bulan dapat income dari tol itu, tapi itu sudah kuno," ujar Jokowi saat pembukaan acara Musrenbangnas 2017, di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Jokowi justru menyarankan BUMN untuk “menjual” dalam bentuk sekuritisasi asset.

Sekuritisasi atau penjaminan pendapatan BUMN di masa depan suatu asset untuk memperoleh dana segar, pertanyaanya adalah siapa yang menjamin asset tersebut akan baik baik saja sehingga tidak jatuh ke tangan yang lain ?

Tidak hanya itu, Presiden kontroversial tersebut memerintahkan BUMN menjual infrastruktur yang telah selesai dibangunnya, untuk kembali membangun infrastruktur lain. Khususnya untuk BUMN yang bisnisnya membangun dan mengelola jalan tol.

“Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual”ujarnya.

Polemik ini turut dikritisi oleh bapak reformasi, Amien Rais. Ia menekankan, bahwa aset bangsa telah terjual. Misalnya dengan pembangunan Meikarta serta pengoperasian PT Freeport Indonesia selama puluhan tahun. Soal Freeport, Amien sudah bicara lama dan mengulasnya dalam buku 'Selamatkan Indonesia'.

"Jadi, Pak Jokowi, jangan jual negeri ini kepada Asing dan Aseng," kata Amien saat orasi di acara Reuni Alumni 212 dan Maulid Akbar di Monas, Sabtu (2/12/2017).

"Kami hanya menyampaikan, Pak Jokowi, reklamasi itu gawat. Meikarta gagal, dan investasi Freeport adalah aplus-aplusan," tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa Yunani, berdasarkan data Lembaga Aset Pemerintah Yunani alias Hellenic Republic Asset Development Fund (HRADF) terdapat lebih dari 70.000 aset milik negara yang ditawarkan kepada investor demi dana sebanyak 19 miliar euro atau Rp 221 triliun sampai tahun 2015.

Tertarik mengikutinya, Indonesia ?

Anti Kritik
Dikutip dari detik.com, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan marah ketika ada pihak yang terus mengkritik pemerintah yang dinilainya tak berdasar.
Termasuk pada politikus PAN Amien Rais yang belum lama ini mengkritik Presiden Jokowi terkait kebijakan bagi bagi sertifikat.

Dengan nada tinggi dan berapi-api Luhut balik mengecam Amien Rais. Luhut menyebut, yang dilontarkan Amien asal bunyi (asbun).

Meski tak secara langsung menyebut nama Amien Rais, Luhut menyindir seseorang yang disebutnya 'senior'.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" tegasnya.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, penangkapan terhadap orang-orang yang menghina Jokowi itu bisa disebut sebagai simtom atau gejala pemerintahan Jokowi menuju pemerintahan yang anti-kritik.

"Bahkan suatu ketika ada demonstran yang bawa kerbau gede ke Bunderan HI (Hotel Indonesia) sebagai simbol kritik ke SBY yang dinilai lamban menghadapi persoalan. Dan mereka tak ditangkap," kata Adi.

 Adi mencontohkan ketika SBY diserang oleh gerakan cabut mandat pada 2007.

Namun, itu beda halnya dengan sekarang. "Beda halnya dengan saat ini. Demo gerakan cabut mandat bisa dijerat dengan Undang-Undang makar dan vonis hukumnya mengerikan," ujar Adi.

Masyarakat tidak akan lupa bahwa rezim dictator, represif dan anti kritik akan tumbang dengan hina, mayat Fir’aun Soeharto, Idi Amin, Samuel Doe, Moammar Khadafy, Kim Jong Il Hitler, Mussolini adalah saksi.[MO]

#IndonesiaBubar2030

Baca Juga
https://www.mediaoposisi.com/2018/03/menanti-bubarnya-indonesia-1.html


Posting Komentar