Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelaskan isi pidatonya tentang Indonesia bubar pada 2030. Prabowo menjelaskan, pidatonya mengutip prediksi para ahli di luar negeri.

"Jadi, itu ada tulisan dari luar negeri. Banyak pembicaraan seperti itu di luar negeri," kata Prabowo kepada wartawan, setelah menjadi pembicara kunci dalam acara "Wadah Global Gathering" di Jakarta, Kamis (22/3).

Statemen prabowo rupanya memicu berbagai reaksi pro kontra. Berdasarkan pengamatan mediaoposisi.com, statemen Prabowo tersebut bisa terjadi karena tanda tandanya sudah dimulai dari sekarang.

Apa saja ?

1. Hutang Menggila
Hutang Indonesia, baik dari sector swasta dan pemerintah menembus angkat cukup yang tinggi. Hal ini yang memicu kekhawatiran berbagai pihak, salah satunya INDEF.

“Utang pemerintah melonjak dari Rp 3.165 triliun (2015) menjadi Rp 3.466, triliun (2017). Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018-Februari menembus angka Rp 4.034, 8 triliun dan pada APBN 2018 mencapai Rp 4.772 triliun," ungkap Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Riza Annisa Pujarama.

Riza menyayangkan tindakan pemerintah untuk meningkatkan hutangnya secara serampangan demi syahwat pembangunan infrastruktur.

"Total utang atau outstanding Indonesia setidaknya telah mencapai lebih dari Rp 7.000 triliun, terdiri dari total utang pemerintah dan swasta," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati Enny di kantor Indef, Jakarta, Rabu (21/3).
Nilai 7000 T bukan angka yang sedikit sekalipun 3000 T dari sector swasta.

Sebagai informasi, utang Yunani menjadi penyebab bangkrutnya negara tersebut. Rasio utang terhadap PDB Yunani yang mencapai 177 persen menjadi penyebab negara miskin tersebut hamper tidak mungkin melunasinya.

2. Datangkan Tenaga Kerja Asing
Kemesraan Indonesia dengan asing dan aseng rupanya makin ditingkatkan oleh Presiden Joko Widodo. Tak tanggung tanggung, ia mendesak para menteri mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia.

Keputusan berbau anyir kapitalisme diambil dalam rapat terbatas mengenai peningkatan investasi dan ekspor di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/1).

"Kami menyadari banyak keluhan berkaitan dengan izin tenaga kerja asing yang sekarang masih berbelit-belit. Dan Presiden sudah instruksikan ke seluruh kementerian terkait," kata politisi PDIP Pramono Anung.

Sebagai bawahan, para menteri lalu mengiyakan kebijakan tersebut. Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dakhiri memastikan telah berkoordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga untuk mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia.

"Intinya sudah dikoordinasikan ke semua kementerian dan lembaga terkait," ujar dia saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/2)

Salah satu menteri yang disinyalir dekat dengan asing dan aseng yaitu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia dengan serampangan menyebut bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) lokal tidak siap bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Karena kalau kita marah-marah orang Indonesia, SDM kita tidak siap. Sekarang, kami siapkan, kami tidak menyalahkan yang lalu," ujarnya dalam pidatonya di Jakarta Food Security Summit (JFFS) ke-4 di Jakarta, Jumat (9/3).

Apakah pemerintah alpa dengan statemen Habibie bahwa 48 ribu  tenaga ahli Indonesia dipanen oleh negara lain?

Bila tenaga kerja asing diimpor ke Indonesia, Tak heran muncul anggapan bahwa kebijakan ini ibarat merelakan Indonesia untuk dijajah.

Fadli Zon dalam eringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2016 lalu , mengingatkan bahwa buruh kasar warga asing adalah ancaman Indonesia.

"Masuknya banyak warga asing yang bekerja di Indonesia sebagai buruh kasar,itu ancaman langsung bagi buruh di Indonesia” tegasnya.[MO]
#IndonesiaBubar

Posting Komentar