Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Ribut ribut penangkapan orang yang mengaku tokoh Muslim Cyber Army (MCA) menuai komentar pedas dari berbagai kalangan.

Dikutip dari republika.co.id, aktivis muda Muhammadiyah, , Mustofa Nahrawardaya, mengecam tudingan negatif dari kepolisian  tentang adanya Pimpinan MCA (Muslim Cyber Army) yang dirilis Kepolisian. Polisi diminta tidak percaya begitu saja, terhadap pengakuan para pelaku.

"Para pelaku harus bisa membuktikan dirinya aktivis MCA, dengan menunjukkan beberapa hal. Jika yang bersangkutan benar-benar MCA, nanti bisa saja diuji,"ujar pemilik akun Twitter @NetizenTofa, kepada Republika.co.id, (1/3).

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto bahkan menganggap, MCA sebagai pengacau nasional.

"Bolak-balik saya sampaikan, kalau negara sudah aman, arahnya benar, menyelenggarakan Pilkada dengan baik, sudah mempersiapkan pemilu dengan baik, lalu dikacau karena hanya ingin mengacau," ujar Wiranto Jakarta, Jumat (2/3).

Ia sendiri tidak menyinggung Viktor Laiskodat yang terbukti melakukan Hate Speech kepada umat Islam dan beberapa partai politik.

Ahok Effect ?
Hal ini patut dicermati oleh umat Islam, pasalnya pemerintah nampak memiliki dendam terhadap umat Islam, khususnya setelah kekalahan Ahok. Bukan rahasia lagi bila Jokowi dekat dengan Ahok, sekalipun Jokowi hadir dalam aksi 212.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan contoh organisasi yang dibubarkan secara kontroversial melalui Perppu Ormas. HTI dibubarkan karena konsisten menyuarakan #HaramPemimpinKafir yang membuat Ahok dan pemerintah kepanasan.

Pihak lain yang juga gencar menyuarakan keharaman pemimpin kafir serta mendorong penangkapan Ahok, yaitu Habieb Rizieq pun mendapat fitnah keji.

Tak pelak, berbagai pihak juga berpendapat bahwa rezim Jokowi memiliki dendam terhadap umat Islam.

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Presiden Jokowi tak memecah belah umat Islam dan memecah belah bangsa sendiri.

Hal itu disampaikan Amien dalam sambutannya pada acara Kongres Alumni 212 di Wisma Persatuan Haji Indonesia, Jakarta Pusat (31/12/2017)

“Saya ingatkan mas jokowi jangan asyik memecah belah umat Islam,” kata Amien Rais.

Kalangan legislatif turut bersuara serupa, Fadli Zon bahkan pernah menilai pemerintah kerap memusuhi umat Islam.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menilai pemerintah Joko Widodo sangat buruk dalam menjalin hubungan dengan umat Islam.

"Begitu juga pendekatan-pendekatan relasi dengan umat Islam yang semakin hari semakin buruk dari pemerintahan sekarang," ujar Fadli di Royal Hotel Kuningan, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (3/2). [MO]

Posting Komentar