Illustrasi

Oleh: Meivita Yusmala Dewi, S. Farm., Apt. 

Mediaoposisi.com-Ramai dalam pemberitaan bahwa rektor UIN Jogja melakukan pelarangan terhadap mahasiswi yang menggunakan cadar alias telah terjadi kriminalisasi cadar.

Selang beberapa waktu, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA, PhD. (rektor tersebut) menyebut Donald Trump sebagai Khalifah.

Sebagaimana dilansir dalam mediaumat.news, selama mengikuti sidang gugatan HTI atas pencabutan SK Badan Hukum Perkumpulan ormas Islam dari pagi hingga siang di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta Timur, Ustadz Rokhmat S. Labib melihat banyak kesalahan fatal yang disampaikan Yudian.

Yudian mengatakan bahwa tidak ada khilafah dalam Al-Qur’an, yang ada khalifah. Menurut Yudian, khalifah yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu harus memenuhi dua syarat. Pertama, profesional. Kedua, menang tanding.

"Tidak ada kriteria agama katanya. Maka, menurutnya, seorang hakim, dokter di RS, dll adalah khalifah karena memenuhi dua syarat tersebut.

Bahkan Donald Trump adalah khalifah karena memenuhi syarat tersebut,” ujar Labib menirukan keterangan Yudian kepada majelis hakim.

“Itu sangat aneh sekali, mana ada rujukan atau ulama yang mengatakan bahwa khalifah itu seperti itu. Bahkan menyebut pemimpin orang kafir pun disebut sebagai seorang khalifah.

Di mana coba?” tanya Labib sambil menunjuk-nunjuk kepala bagian kanannya sendiri.Payah, itulah yang pantas disematkan pada pemahaman rektor universitas yang berbasis Islam ini.

Bagaimana bisa seorang nonMuslim pemimpin negara kafir disebut sebagai Khalifah. Saat ini istilah Khilafah ataupun Khalifah tidak asing lagi di tengah masyarakat.

Khilafah adalah institusi atau negara yang menerapkan sistem Islam, sedangkan Khalifah adalah orang yang menjalankan institusi tersebut dengan kata lain, pemimpin institusi tersebut.

Pada masa setelah Rasulullah, kaum Muslimin diayomi, dilindungi, & diurusi oleh Khalifah, diantaranya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, serta Khalifah sesudahnya.

Para Khalifah menggunakan syariat Islam sebagai acuan untuk menentukan kebijakan dan mengambil keputusan. 

Syariat Islam merupakan hukum dari Allah yang wajib untuk dilaksanakan oleh manusia. Syariat Islam memberikan kebarokahan dalam hidup, membawa rahmat & menjadikan keteraturan dalam kehidupan karena sistem ini berasal dari Dzat yang menciptakan dunia beserta isinya.

Allah mengetahui secara pasti apa yang tepat untuk makhluk-Nya. Secara sederhana dapat dianalogikan sebagaimana sebuah produk akan awet & sesuai tujuan pembuatan apabila produk tersebut digunakan dan dirawat sesuai petunjuk produsennya. 

Khalifah merupakan istilah khas untuk seorang pemimpin yang menerapkan hukum Allah. Penyebutan ini tidak dapat disamakan dengan pemimpin negara yang menerapkan sistem lain.

Istilah khalifah tidak dapat diartikan sama dengan presiden, raja, ataupun perdana menteri. Jadi, seorang pemimpin yang menerapkan hukum Allah sajalah yang layak disebut Khalifah.[MO]

Posting Komentar