ilustrasi kapitalisme

Oleh : Fatimah-Bogor (Ibu Peduli Generasi)


Mediaoposisi.com-Di zaman ini, umat islam  dihadapkan pada kenyataan hidup yang jauh dari islami. Ketidaknyamanan, kekhawatiran serta ketakutan menghampiri. Umat dibuat bingung berpijak.  Mekanisme kehidupan diatur oleh aturan manusia.

Terang-terangan hukum Islam dicampakan. Alhasil, nampaklah buah kehidupan yang jauh dari agama. Lingkungan masyarakat yang terlilit rentenir, pergaulan bebas, narkoba, miras, LGBT dan semua diantara hal lainnya  yang bertentangan dengan agama.

Sebagai seorang muslim secara fitrah pasti menjadikan kontrol agama sebagai 'ruler life' dalam hidupnya. Setiap kejadian yang dirasa menyimpang dari rambu-rambu islam, maka akan menjadi sebuah pertentangan batin dalam dirinya ataupun sebagian masyarakat bertaqwa. Karena amal ma'ruf dan nahi munkar sudah sulit ditegakkan. Bahkan kini dianggap menyalahi HAM. 

Karena HAM sangat menjunjung kebebasan. Kebebasan bablas hingga melanggar aturan agama. Orang yang bicara islam diabaikan. Bahkan ditakuti. Karena intervensi bermunculan pada para pengemban dakwah islam (islamofobia). Sebagai penyuara kebenaran dari Allah Swt. Para 'ulama diburu orang gila.

Para penegak hukum tidak nampak serius dan empati dalam kasus wabah orang gila ini. Seperti bagaimana mandegnya kasus Bapak Novel Baswedan. Yang hingga kini tak ada titik terang. Segelap pandangan Bapak Novel.

Kapitalisme Berbuah Kemunkaran

Inti permasalahan yang timbul dalam kehidupan sekarang adalah Kapitalisme itu sendiri. Yakni memisahkan agama dari kehidupan. Manusia enggan mengadopsi aturan Allah Swt untuk mengatur kehidupannya. Hasilnya, manusia dijauhkan dari aturan-aturan agama.

Kapitalisme mengambil jalan tengah (kompromi) sebagai asas kehidupan. Para pengemban kapitalis menggunakan kesepakatan (agree) bersama (manusia) dalam menyelesaikan seluruh perkara. Kebebasan serta kebahagiaan jasmani adalah hal yang diagungkan. Yang diutamakan adalah manfaat materi. Tanpa memperhatikan halal haram.

Misalnya ketika LGBT yang semakin merajalela. Ini adalah buah dari kebebasan yang dijaga negara. Mentri agama sendiri merangkul mereka. Maka LGBT seperti mendapat ruang di negeri kita. Padahal Allah melaknat perbuatan LGBT ini. Hal lain lagi seperti riba.

Sampai negara kita ditopang riba. Karena riba dianggap memberi keuntungan. Padahal dalam islam sudah jelas riba itu haram. Dosanya saja seperti menzinahi ibu kandung sendiri.

Rosulullah Saw berdabda "Riba memiliki tujuh puluh dua pintu, yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling riba adalah merusak kehormatan saudaranya.” (HR.  Ath-Thabrani)

Inilah buah dari Kapitalisme. Memisahkan agama dari kehidupan. Umat digiring untuk jauh dari aturan Allah. Kemunkaran diapresiasi penuh. Naudzubillah.

Kemunkaran Mengundang Azab

Allah Swt memberikan keterangan dan nasihat dalam Al Qur'an. Supaya manusia selalu berada pada jalan yang benar. Terjemahan Firman Allah SWT dalam surah Ar-Ruum ayat 41 :

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena  perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”

Nabi Muhammad Saw bersabda

Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Allah Swt dengan kewenangannya (zaiz) memberikan pelajaran bagi umat manusia. Jika beriman dan bertakwa maka Allah akan berikan berkah. Namun jika sebaliknya, maka Allah tidak akan memberi tahu kapan azab-Nya akan tiba. Seperti dalam Terjemahan surat Al-A'raf : 96 99 :   

  "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (TQS Al-A’raaf : 96)

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (TQSAl-A’raaf : 99)

Maka dari itu, sebagai umat yang beriman pasti menghendaki kehidupan yang aman serta lingkungan yang bersih dari maksiyat. Cukuplah peringatan-peringatan Allah Swt dalam Al-Quran dan Sunnah menjadi benteng bagi manusia. Agar menghindari hal-hal yang dimurkai Allah Swt. Agar terhindar dari azab-Nya.

Dan kondisi keimanan serta keta'atan individu maupun  berjamaah, hanya mampu diwujudkan dalam sistem islam (Khilafah). Seperti halnya telah dicontohkan oleh Rosululah Saw dan para Sahabatnya. Rosulullah itu teladan (uswatun). Dari perkataan, perbuatan, maupun diamnya beliau.

 Keimanan pada Allah Swt dan Rosulullah Saw menjadikan kita terikat, cinta dan tunduk atas semua produk Ilahi Robbi. Maka Allah Swt akan menjamin keamanan serta berkah diseluruh negri. Dengan menerapkan hukum-hukum Allah Swt baik dalam kehidupan pribadi ataupun bernegara. [MO]


Posting Komentar