Negara Bubar
Oleh: Ahmad Sastra 

Mediaoposisi.com- Dua kepastian dalam kehidupan dunia adalah kemungkinan dan perubahan. Banyak hal yang secara rasional tidak mungkin terjadi, justru bisa terjadi. Sementara perubahan adalah kepastian yang terus berjalan, tidak ada kehidupan dunia yang tidak mengalami perubahan.

Keruntuhan rezim fir’aun dan namrud yang secara rasional sangat kuat ternyata bubar di tengah jalan dengan kehadiran para Rasul Allah. kebangkitan Rasulullah dengan tegaknya negara Madinah dianggap ilusi oleh dua negara adikuasa saat itu, Romawi dan Persia.

Keruntuhan Uni Soviet adalah mimpi buruk bubarnya ideologi komunisme. Kapitalisme Amerika bahkan kini sedang mengalami sekarat, meski belum genap satu abad, namun berbagai krisis terus menderanya. Ada faktor internal yang tak disadari bahwa kapitalisme dan komunisme menyimpan gen busuk atau self destructive.

Runtuhnya ideologi, negara ataupun peradaban serta bangkitnya didasarkan oleh faktor internal dan eksternal. Kedua faktor inilah yang kemudian memperkuat argumen bahwa narasi adanya kemungkinan dan perubahan kehidupan dunia menjadi sebuah keniscayaan.



Kali ini saya akan menuliskan sepuluh faktor yang bisa menyababkan negara bubar. Makna bubar bisa bersifat filosofis dan empiris. Ini hanya pendapat yang mungkin benar mungkin salah, didasarkan oleh analisa historis, filosofis dan empiris. Jika tak sependapat silahkan, silahkan berikan argumennya.

PENJAJAHAN.  Kolonialisme dan imperialisme adalah sejarah sepanjang manusia ada. Ideologi kapitalisme dan komunisme menjadikan kolonialisme sebagai satu-satunya cara untuk eksistensi dan hegemoni.

Dahulu banyak negara yang dijajah oleh negara-negara besar dengan cara perang hingga negara itu direbut sang penjajah dan negara itu akhirnya bubar.

Namun kini neokolonialisme menjajah melalui penguasaan faktor ekonomi, politik, budaya, pendidikan dan hukum yang secara filosofis menjadikan negara bubar.

KEDAULATAN. Neokolonialisme menjadikan suatu negara tak mampu banyak berbuat, sebab seluruh aspek ketatanegaraan dan kebangsaan telah dikuasai oleh asing. Seluruh kebijakan negara harus tunduk kepada bangsa asing yang bercokol.

Kepala negara yang mengalami neokolonialisme tak ubahnya hanya seonggok boneka yang diperbudak asing. Negara dibawah neokolonialisme secara filosofis bisa dikatakan bubar. 

DEMORALITAS. Salah satu sendi penting dalam negara adalah sumber daya manusia. Bahkan jika memiliki sumber daya alam yang melimpah namun tak diiringi oleh sumber daya manusia yang berkualitas, maka tak banyak artinya.

Selain kualitas keahlian mengelola sumber daya alam dan kehidupan dengan pola fikir yang cemerlang,  maka moralitas atau pola sikap adalah faktor yang tidak kalah penting. Jika penyelenggara negara tak lagi jujur dan  amanah maka runtuhlah negara itu.

Sebab apa yang bisa diharapkan dari penyelenggara negara yang amoral, apa ?.

DISINTEGRASI. Disintegrasi yang dialami oleh Uni Soviet adalah masa yang menandakan bubarnya negara adi daya itu. Secara empiris pecahnya suatu negara menjadi berbagai wilayah independen adalah indikasi bubarnya negara tersebut.

Negara yang bagus jika mengalami integrasi bukan disintegrasi. Ibarat rumah tangga, maka dikatakan bubar jika suami istri itu bercerai.

KEMISKINAN. Tugas negara yang paling penting adalah mengurus rakyatnya agar hidup bahagia, sejahtera dan tenteram. Jika ketiganya tak dirasakan rakyat, maka negara itu tidak hadir, entah kemana.

Dengan kemampuan pemimpin dan adanya faktor sumber daya manusia dan alam, maka negara dengan sistem yang baik akan mampu mengurus rakyatnya.

Namun jika rakyat justru mengalami kemiskinan dan kemelaratan, maka negara bisa dikatakan tidak hadir alias tidak ada. Ketidakhadiran negara dalam kehidupan rakyat secara filosofis bisa disebut bubar.

KORUPSI. Negara yang baik adalah yang dicintai rakyat dan rakyat mencintai negara. Pemimpin yang baik adalah yang mencintai rakyat dan rakyat mencintai pemimpinnya. Pemimpin yang baik adalah yang memikirkan dan mengabdi kepada rakyat dan rakyat juga membantunya.

Jika pemimpin abai kepada rakyat, maka rakyat akan abai kepada pemimpinnya. Jika pemimpin korupsi, maka rakyat akan berbuat lebih dari itu.

Kesenjangan sosial karena korupsi akan mengakibatkan negara tidak stabil. Jika rakyat dan pemimpin tak lagi saling mencintai dan memikirkan maka sama dengan bubar. Bahasa anak zaman now : loe gua, end !

HUTANG. Psikologi orang berhutang akan menjadikan orang yang memberi hutang sebagai orang yang lebih tinggi dari dirinya. Rasa malu dan takut akan selalu menghantui orang yang memiliki hutang. Apalagi jika hutang itu menggunung dan tak mampu dibayar.

Jika si pemberi hutang menagih, maka secara psikologis orang yang hutang akan stress. Saat seperti inilah yang mengakibatkan apapun bisa dilakukan, termasuk menjual rumah dan mobilnya yang dimiliki.



Apa jadinya jika keluarga tinggal di rumahnya yang telah terjual dan tiap bulan harus membayar sewa. Apa jadinya, ayo jawab ?. 

PRIVATISASI. Jika sebuah keluarga menjual sumur yang ada dalam rumahnya padahal menjadi hak seluruh anggota keluarga, apa jadinya ?.

Saat mengambil air dari sumur itu harus membayar kepada pemiliki sumur, padahal sumur ada dalam rumahnya. Privatisasi dalam Islam hukumnya haram, karena menjual milik rakyat.

Secara empirik, privatisasi adalah buah dari neokolonialisme. Artinya jika semua sumber daya alam milik rakyat diprivatisasi, maka negara itu otomatis bubar.

PENGKHIANATAN. Ada pertanyaan menarik yang perlu direnungkan : mengapa Indonesia begitu lama bisa dijajah oleh bangsa lain. jawabnya adalah karena di Indonesia saat itu ada anjing yang rela memakan tulang saudaranya sendiri.

Anjing itu istilah untuk para pengkhianat negara yang selalu akan ada sepanjang zaman. Sebab ada pejuang ada juga pengkhianat yang memancing di air yang keruh. Pengkhianatan akan menjadikan sebuah negara bubar, cepat atau lambat.

KEBODOHAN. Hanya orang bodoh yang bisa ditipu berkali-kali. Kebodohan adalah soal pola fikir yang tidak dilandaskan oleh pijakan yang kuat, bukan semata-mata soal IQ.



Kejahiliahan zaman Rasul disebabkan pemikiran kufur yang melanda bangsa Arab. Setelah dicerahkan oleh pemikiran Islam, maka bangsa Arab menjadi bangsa paling cemerlang peradabannya hingga menyebar ke seluruh dunia.

Ideologi salah akan menjadikan pemimpin dan masyarakat bodoh politik, bodoh perilaku, bodoh keterampilan dan bodoh kepemimpinan.

Kebodohan adalah faktor internal penyebab kehancuran. Jika pemimpin dan rakyat suatu negara bodoh politik, maka akan mengundang datangnya penjajah dan negara terancam bubar. Negara bubar, iya bubar.

Indonesia baru berusia 73 tahun sejak dinyatakan merdeka, mestinya bisa berguru kepada daulah Islam yang mampu bertahan 1400 tahun, bahkan sesaat lagi akan kembali bangkit memimpin dunia.

Ini hanya sebuah interpretasi historis, filosofis dan empiris, jika tak sependapat, tidak ada-apa. Atau jangan-jangan pikiran kita bersepakat dengan tulisan ini ? [MO]

Posting Komentar