Oleh : Eka Puji Margianti
(Mahasiswa Unpam dan Aktivis Forum Intelektual Muslimah Unpam)

Mediaoposisi.com- Saat kita mendengar kata perempuan ,apa yang tergambar di dalam benak kalian ???. Ya...seorang perempuan bagaikan sebuah permata yang menjadi pengalih dunia.

Bahkan setiap aktivitas kerja, aktivitas jual beli,promosi bahkan aktivitas politik pun tidak akan jauh dari kata perempuan.

Kaum laki-laki maupun perempuan adalah makhluk Allah SWT dan dalam islam mereka memiliki kedudukan yang sama.Islam menjelaskan tujuan hidup manusia,yakni semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Allah Swt berfirman :
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-ku (TQS.ad-Dzariyat:56)”.

Atas dasar inilah baik laki-laki maupun perempuan akan mendapatkan hadiah Surga ataupun Neraka sesuai ketaatannya.
Namun harus kita pahami Allah Swt menciptakan laki-laki dan perempuan dengan fitrah yang berbeda,yang ini menyebabkan akan adanya peran yang berbeda dalam kehidupan .Hal ini disebabkan karena ada beberapa sifat yang hanya dimiliki kaum laki-laki ataupun sebaliknya ,yang tidak atau tidak mampu dilakukan oleh lawan jenisnya.

Misal,Seorang perepmpuan mampu menyusui,melahirkan ,sementara kaum laki-laki tidak bisa .sekian banyak yang kita dapati kesalahan dari sistem buatan manusia adanya sebuah “KESETARAAN”  antara kaum laki-laki dan perempuan, dari konsep tersebut,maka laki-laki dan wanita terdorong untuk berkompetisi dalam menjalankan peran dan fungsi yang sama dalam kehidupan.

Disaat banyaknya perlindungan feminisme yang bertuhan dengan HAM ,bukti nyata kesesatan yang terjadi dikalangan kaum muslim ,bukan hanya feminisme tapi pelanggaran yang jelas di dalam islam diharamkan di dalam hukum buatan manusia mampu menjadi halal.

Makna feminisme sebagai “suatu kesadaran akan penindasan terhadap perempuan dalam masyarakat ,di tempat kerja dan dalam keluarga,serta tindakan sadar oleh perempuan maupun laki-laki untuk mengubah keadaan “(Kamla Bashin dan Night Said Khan,1995).

Sejak abad ke 19 di Eropa Barat ide feminisme muncul disebabkan karena adalanya gerakan terhadap sistem yang tidak dalam kepemihakan perempuan,yang berfungsi untuk memperbaikai kondisi perempuan. Ide ini pun tidak terkenal di negeri muslin namun berkembangnya zaman ide ini pun masuk kedalam negeri muslim dan measuk ke dalam pemikiran kaum muslim.

Bagaimana Islam memandang Feminisme ?

Saat kita membahas dalam pandangan islam berarti kita harus paham dalil dan hukum syara terkait feminisme.karenanya kita harus melakukan pengajian mendalam mengenai feminisme dalam pandangan islam .Islam memandang laki-laki dan perempuan mempunyai kedudukan yang sama ,kecuali ketakwaan-nya.Islam tidak menilai dari status mereka.

Islam pun tidak menilai dari jenis kelaminnya .

Allah swt berfirman :
“Hai manusia,sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kmau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.sesungguhnya allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (TQS.Al-Hujurat :13).

Keduanya akan mendapatkan pahala atas ketaatan yang telah dilakukan sama-sama akan memeperoleh siksa jika berbuat pelanggaran hukum syara.jadi jelas feminismi bukan dari Islam.

Ide feminisme ini sangat berbahaya untuk kaum muslimin karena ide ini lahir dari sistem yang salah yaitu sistem kapitalis ,tujuan ingin memperbaiki kondisi permepuan alih-alih menjerumuskan perempuan pada berbagai permasalahan.

Fungsi perempuan sebagai ibu digantikan karena disibukkan dengan aktivitas dunia kerja .ide ini melahirkan orang-orang yang mempertanyakan hukum syara yang sudah jelas kebenarannya dan ide ini menjadi gelobang penyesatan untuk memisahkan umat dari keterikatan hukum syara.

Hukum asal seorang perempuan adalah ibu dan pengatur rumah tangga ,serta menjaga kehormatan yang harus dijaga.

Peran menjadi seorang pengatur rumah bukan menunjukkan rendahnya kaum perempuan karena generasi islam lahir dari rahimnya ,generasi islam terdidik dari ilmunya ,dari kaum permpuan pula akan muncul Muhammad Al-Fatih ,sholahuddin al ayyubi,khalid bin walid dan Hamzah bin Abdul  muthalib generasi yang akan menkhlukkan kota Roma.

Islam adalah agama yang tinggi. Islam tidak akan membiarkan satu pun aspek kehidupan manusia akan berjalan tanpa petunjuknya .islam tidak hanya menjelaskan perkara dalam kehidupan tetapi islam memberikan metode praktis dan berbagai penyelesaian untuk mengatasi perkara tersebut.

Syariat islam datang untuk memberikan aturan kepada manusia ,terutama peran laki-laki dan perempuan .sebab,tanpa adanya pengaturan ,manusia akan terjerumus dalam kebinasaan kerena hawa nafsu dan akalnya terbatas.[MO]



Posting Komentar