Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Umat Islam dibuat geger dengan berita Intoleran yaitu pelarangan cadar di kampus yang berembel-embel Islam toleran, UIN Yogyakarta.

Sosok di balik kebijakan kontroversial ini semua adlaah rektornya sendiri, Yudian Wahyudi yang sejak lama berniat menghabisi penggunaan cadar dan HTI.

Dikutip dari sindonews.com, Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta mmengharamkan cadar bagi mahasiswinya. Pernyataan ini disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi.

Yudianb beralasan bahwa UIN sebagai kampus yang Islam moderat, berkeadilan, atau Islam Nusantara menitikberatkan kepada cinta Tanah Air.  Ajaran khilafah, ia nilai sebagai ide yang membahayakan Indonesia.

“Apa yang mereka lakukan hari ini bisa dikatakan tersesat sebagai ideologi politik. Jika betul meminta kilafah ini kudeta, pemberontakan,” dalihnya.



Tanpa penjelasan yang lengkap, ia menuduh cadar merupakan bentuk identitas ormas yang dibubarkan secara otoriter oleh Jokowi, HTI.

“Ingat ya HTI sudah dibubarkan oleh pemerintah. Sampai belum adanya keputusan pengadilan yang incrah aturan (pelarangan cadar) itu berlaku.

Ancaman turut ia sampaikan kepada mahasiswa yang terindikasi HTI.

“Kita temukan orang-orang HTI di kampus akan kita proses. Kalau mau kembali ke republik ya lepas HTI. Kalau tidak mau ya silakan keluar. Jangan masukkan kami ke neraka politik pendidikan,” ujarnya.



Sosok ini menuai kontroversi karena kerap mengkaitkan cadar, terorisme serta HTI.  Hingga berita ini ditulis, Yudian tercatat belum pernah melakukan klarifikasi terhadap HTI.

Trlepas dari berbagai pendapat para imam 4 madzhab,penggunaan cadar untuk wanita hukumnya tak jauh dari wajib dan sunnah.[MO]

Posting Komentar