Tuban| Mediaoposisi.com- Jokowi nampaknya tidak lepas dari penolakan berbagai pihak, puluhan aktivis Forum Mahasiswa Tuban (FMT) yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Tuban melakukan aksi menolak kedatangan Presiden Joko Widodo, Kamis (8/3).

Dikutip dari bangsaonline.com, aksi dimulai dengan long march sambil berorasi dari Jalan Tembus menuju kantor bupati Tuban. Saat long march mereka berorasi meminta agar Jokowi tidak datang ke Tuban.

"Kami menolak Jokowi ke Tuban, Bumi Ronggolawe," ujar salah satu peserta aksi.

Namun, aksi mahasiswa itu diwarnai kericuhan setelah dihadang kepolisian ketika berada di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

Dikutip dari bloktuban.com, dalam aksi tersebut terdapat penangkapan aktivis mahasiswa.

"Ada lima sampai enam teman-teman kami yang diamankan," kata salah satu peserta aksi, Azmi.
Peserta aksi mengecam sikap kepolisian yang menangkap beberapa aktivis mahasiswa.

Azmi juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menyikapi penangkapan tersebut.

"Kami akan melakukan konsolidasi untuk menyikapi beberapa teman kami yang dibawa aparat kepolisian," terang Azmi

Terkait kericuhan demo itu, Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR membenarkan terjadinya penangkapan terhadap beberapa aktivis tersebut.

Penangkapan tersebut karena mereka dianggap menjadi provokator dan tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya.

“Tidak ada izinnya sehingga para koordinatornya kita amankan,” papar Sutrisno.

Namun menurut Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) GMNI Tuban Saiful Anwar mengatakan, jika surat pemberitahuan pelaksanaan aksi sudah dilayangkan beberapa hari lalu.

Ia mengaku jika mengalami kekerasan dari pihak kepolisisan.
“Beberapa kali saya dipukul pakai pentungan, sehingga kepala saya mengalami benjol. Ini mau minta visum ke RSUD,” kata Ipul.

Kekerasan juga dialami oleh Ketua Umum IMM Tuban Yusron. Akibat tindakan brutal anggota kepolisian tersebut,  ia merasakan sakit di tubuhnya.

“Sakit bagian perut karena pukulan polisi. Digunakan bernafas terasa sesak,” katanya.[MO]

Posting Komentar