Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan dari Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde di Istana Merdeka 

Oleh : dr. Retno


Mediaoposisi.com- Akhir Februari kemaren Indonesia kedatangan tamu “penting” yaitu Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde. Lagarde mengungkapkan kedatangannya kali ini untuk membahas mengenai perkembangan ekonomi dunia terkini dan proyeksi perekonomian Indonesia. Selain itu, kedatangannya juga untuk membahas pertemuan tahunan IMF-World Bank yang akan dihelat di Nusa Dua, Bali Oktober mendatang.

Acara penyambutan bos IMF ini terbilang luar biasa sehingga menuai kritik dari  Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang menurutnya hal tersebut berlebihan. Diklaim Fadli acara tersebut menelan anggaran hingga Rp.1 Triliun. Nilai yang sangat fantastis bukan? Padahal rakyat sekarang ini berada ditengah kesulitan hidup. Dalam rangakian perjalannya Presiden Joko Widodo juga mengajak bos IMF tersebut ke pasar Tanah Abang dan RS Pertamina Jakarta.

Lembaga apakah IMF itu dan apakah kaitannya dengan Indonesia sehingga penyambutannya begitu luar biasa?

IMF  adalah lembaga keuangan dunia yang didirikan pada tahun 1945 pasca Perang Dunia II, dengan PBB sebagai organisasi induknya. IMF bertugas untuk mengawasi sistem moneter dan keuangan internasional dan memantau kebijakan ekonomi dan keuangan negara-negara anggotanya. Aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama internasional.

Presiden Suharto dan IMF

IMF akan mengawasi setiap kebijakan ekonomi dan mengawal kebijakan negara-negara anggota demi menciptakan ekonomi yang teratur dan menilai dampak kebijakan tersebut terhadap negara lain dan ekonomi global. IMF juga mengucurkan dana pinjaman atau hutang ke negara-negara berkembang sebagai modal untuk pembangunannya dengan disertai kebijakan yang telah disepakati bersama.

Bagaimana Dengan Faktanya?

Fadli menilai bahwa IMF adalah institusi yang menhancurkan negara kita 20 tahun yang lalu," ujar Fadli di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa(27/2). Fadli menilai berbagai kebijakan IMF merugikan Indonesia.mengapa? "Kebijakan IMF ketika itu merusak sendi-sendi ekonomi kita. Padahal awalnya muji-muji seperti sekarang yang mengatakan fundamen ekonomi kita kuat dan sebagainya. Bahkan kita oleh World Bank dikatakan sebagai East Asian Miracle, tahu-tahu terjadi krisis” imbuhnya. (m.detik.com)

Bagaimana hal tersebut diatas bisa terjadi?

Adalah suatu kewajaran bila bukan penguatan ekonomi yang akan kita dapatkan tetapi suatu kesengsaraan dan krisis ekonomi. Indonesia terlebih hutang yang semakin menumpuk karena IMF adalah lembaga bentukan PBB yang bekerja untuk kepentingan para negara-negara besar kafir penjajah yang ingin menguasai kekayaan alam negara-negara berkembang termasuk Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang telah dianugerahi Allah SWT dengan sumber daya alam yang melimpah ruah lewat jeratan hutang dan kesepakatan pesyaratan struktural yang dikenal dengan Konsensus Washington yang diantaranya adalah:

Pertama, liberalisasi perdagangan dan menghapus hambatan import dan eksport sehingga negara manapun bebas mengeksport produknya ke Indonesia dan mengacaukan produk dalam negeri. 

Kedua, Menghapus pengendalian harga dan subsidi negara. Hal inilah yang menyebabkan negara secara perlahan mencabut subsidi termasuk subsidi BBM sehingga harga BBM naik. Kedatangan Managing Director IMF Christine Lagarde duduga kuat membawa agenda pengawalan liberalisasi di Indonesia. Indikasinya ,tiba-tiba harga BBM naik hampir bersamaan dengan kedatangan Lagarde. Dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'rowi bahwa kenaikan BBM merupakan penyambutan terindah buat Lagarde tetapi kebijakan yang menyesakkan untuk rakyat. (rmol.com)

Ketiga, Swastanisasi atau divestasi seluruh atau sebagian BUMN. Dari segala fakta yang terungkap diatas haruslah kita waspada dengan setiap agenda liberalisme yang hakikatnya sama dengan imperialisme gaya baru karena dengan kebijakan-kebijakan yang disepakati akan menguntungkan negara-negara kafir penjajah dan menyengsarakan rakyat.

Pemerintah Menyambut IMF
Kita memahami bahwa Indonesia adalah negeri muslim yang terbesar dengan sumber daya alam yang melimpah. Negeri tercinta ini menjadi incaran kafir penjajah untuk menguasai SDA kita dan semakin mengokohkan ideologi kapitalismenya atas umat muslim di Indonesia. Dengan datangnya bos IMF semakin menunjukkan hegemoni meraka atas bangsa kita dan mereka hanya memastikan bahwa Indonesia masih dan akan terus menjadi negara jajahannya.

Allah sudah memperingatkan kita untuk berhati-hati dalam menjalin sebuah kerjasama seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Imron ayat 118 : 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”.  (TQS 3:118)

Dan benar sabda Rasulullah.."akan tiba suatu masa dimana umat islam akan diperebutkan seperti hidangan makanan yang ada di meja. Sahabat bertanya,"Apakah saat itu kami umat yang sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab ,"Tidak, kalian saat itu mayoritas tapi bagaikan buih di lautan." (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Liberalisasi perekonomian merupakan produk dari sistem kapitalisme yang bertentangan dengan Islam. Dan bagi kita umat Islam haram untuk menerapkan sistem kufur ini. Dan wujud keimanan kita kepada Allah.

Sudah saatnya kaum muslim menyadari bahwa kemaslahatan dan kemuliaan hidup tidak akan pernah didapatkan dengan menerapkan aturan selain dari Islam. Karena Islam Islam tidak hanya sebagai aqidah ruhiyah saja tetapi menjadikan islam sebagai tolok ukur semua aktivitas kehidupan kita termasuk dalam ekonomi karena Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur semua sistem kehidupan kita. Aqidah yang berasal dari wahyu yang darinya akan terpancar peraturan-peraturan hidup dalam Islam.

Dan sesungguhnya kemuliaan yang sejati datangnya dari sisi Allah bukan dari yang lainnya. Dan sungguh disaat kita meninggalkan Islam dengan mencampakkan sebagian syariatnya maka akan kita dapati kehidupan yang sempit. Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 124 :

"dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (TQS Thaha : 124)[MO]






Posting Komentar