Spsesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Berikut pihak pihak lain yang bernafsu untuk membubarkan HTI sekalipun berbagai kalangan umat Islam mengecam tindakan tersebut.
Seolah alpa dengan dukungan umat Islam terhadap HTI, pihak pihak ini mendesak raibnya ormas yang kritis terhadap pemerintah tersebut.

1. PSI
Dikutip dari lama resminya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung penuh tindakan kontroversial pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Partai “bau kencur” yang belakangan merapat ke rezim Jokowi ini mengikuti jejak partai lain untuk mendukung pembubaran HTI.
Sekretaris Jenderal PSI , Raja Juli Antoni menyatakan HTI harus dilihat sebagai gerakan politik, bukan gerakan keagamaan. Antoni turut menegaskan bahwa Islam tidak memiliki pandangan politik.
“Organisasi ini secara terbuka ingin menghapus Pancasila dan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.,” ujar Raja Juli Antoni, Selasa (9/5)
Berdasarkan pengamatan Mediaoposisi, Antoni sendiri hingga berita ini ditulis belum pernah mengklarifikasi langsung kepada HTI.
Dukungan PSI terhadap pembubaran HTI ditengarai akibat kekalahan Ahok. Bukan rahasia lagi, bila Ahok kalah di Pilkada DKI akibat kampanye massif yang dilakukan umat Islam mengenai haram pemimpin kafir dan dilanjutkan tuntutan pemenjaraan Ahok.

2. Nasdem
Partai lain yang berada dalam lingkaran kekuasaan, NasDem turut mengamini kebijakan kontroversial pembubaran HTI.
Partai Nasional Demokrat (NasDem) setuju dengan Perppu 2/2017 tentang pembubaran ormas radikal. NasDem mengambil contoh ormas Hizbut Tahrir Indonesia yang dinilai harus dibubarkan. 
"Setiap organisasi yang itu (anti-Pancasila) adalah tidak mengindahkan ideologi negara dan tidak setuju kepada negara Indonesia, harus dibubarkan. Jangankan dalam bentuk Perppu, dalam bentuk lain juga akan disetujui," kata politikus NasDem, Teuku Taufiqulhadi, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2017)
Tak hanya itu Nasdem turut melindungi Viktor Laiskodat yang jelas melakukan ujaran kebencian dengan memfitnah ajaran Khilafah sebagai ajaran yang berbahaya.

3. Hanura
Partai yang sempat dilanda permasalahan beberapa waktu lalu ini, tak lupa membeo pada pemerintah.  
Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR, Dadang Rusdiana menyatakan bahwa pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tepat.
"Ini sudah tepat, bahwa ada 'hal ihwal kegentingan yang memaksa' sebagaimana dasar pengeluaran Perppu bukan basa-basi sebagaimana diragukan pihak-pihak yang kontra terhadap Perppu 12/2017 ini," kata Dadang Rabu (19/7/2017).
Dadang mengklaim bahwa Khilafah yang merupakan ajaran Islam membahayakan Indonesia. Ia turut menambahkan bahwa dakwah dan politik tiak ada kaitannya.
"Organisasi ini bukan organisasi dakwah semata, tetapi ada agenda politik yang merongrong eksistensi NKRI dengan gagasan "khilafah Islamiyah," imbuh Dadang.
Pihak pihak yang bernafsu membubarkan HTI memiliki kemiripan yaitu pembeo pemerintah dan anti dengan ajaran Islam, Khilafah. [MO]
Berlanjut di bagian 3
Bagian 1 klik disini




Posting Komentar