Jakarta| Mediaoposisi.com- Lama tak terlihat, sosok kontroversial yang kerap berkonfrontasi dengan umat Islam, Ansyaad Mbai  kembali muncul.

Kali ini, tanpa tedeng aling aling ia mendukung kebijakan pemerintah untuk membubarkan ormas Islam yang kritis, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tanpa memandang keabsahan tindakan pemerintah tersebut.

Dalam penyampainnya sebagai saksi ahli yang dihadirkan pihak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sosok yang dimusuhi oleh berbagai kalangan umat Islam ini memfitanh ajaran Khilafah seabgai ancaman.

"Buat saya keputusan pemerintah tepat, bahkan sebetulnya terlambat. Kalau saya pribadi harus dikenakan tindakan hukum yang tegas karena ini sangat mengancam negara, karena khilafah membubarkan NKRI, mengganti dan menghilangkan konstitusi. Apakah kita ingin seperti Suriah dan Irak," kata Mbai  di Pengadilan Tata Usaha Negara, Kamis (1/3).

 Ansyad sendiri enggan membahas lebih lanjut mengenai ajaran Khilafah. Khilafah sendiri merupakan ajaran Islam yang tidak diperdebatkan oleh jumhur ulama mengenai keabsahannya.

Dalam forum tersebut, Ansyad disinyalir membenarkan kemauan pemerintah secara membabi buta, pasalnya Ansyad enggan menjawab ketika ditanya oleh saksi ahli HTI, Yusril Ihza Mahendra.

“Bagaimana menurut ahli jika HTI dicabut status hukumnya tanpa prosedur ? Tanpa mediasi ? Tanpa bukti administrasi?” tanya Yusril.

Mbai, sosok yang punya masa lalu kelam dengan berbagai kalagnan umat Islam saat menjabat sebagai ketua BNPT hanya terdiam.  [MO]

Posting Komentar