Oleh : Chandra Purna Irawan., M.H.
(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI)

Mediaoposisi.com- Kamis, Tgl 8 Maret 2018. Pemerintah sebagai pihak Tergugat menghadirkan saksi/keterangan ahli yaitu Prof. Drs. YUDIAN WAHYUDI, MA., Ph.D  (Rektor UIN Sunan Kalijaga).

.Saksi Ahli menyatakan pada pokonya bahwa "KHILAFAH MENGGANGGU EKSISTENSI NEGARA KARENA UJUNG"NYA DAKWAH HTI ADALAH MENEGAKKAN KHILAFAH....DAN KHILAFAH TIDAK ADA DIDALAM RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN.....PEMBERONTAKAN TERHADAP PANCASILA MERUPAKAN PEMBERONTAKAN TERHADAP ALLAH SWT".

Menanggapi Saksi Ahli diatas saya ingin menyampaikan pendapat sebagai berikut;

1. Sebelum membahas lebih jauh, saya akan menjelaskan defenisi Ancaman atau gangguan menurut Kamus Bahasa Indonesia berarti usaha yang dilaksanakan secara konsepsional melalui tindakan politik atau kejahatan yang diperkirakan dapat membahayakan atau rintangan terhadap tatanan serta kepentingan Negara.

2. Berdasarkan definisi di atas, apakah dakwah menyampaikan ajaran islam secara damai tanpa kekerasan terkait khilafah adalah mengganggu negara? Dalan pengamatan penulis, bahwa selama ini HTI menyampaikan dakwah dalan segala bidang di antaranya aqidah, ibadah, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik dan pemerintahan dalam pandangan Islam yang disampaikan secara damai tanpa memaksa siapapun.

3. Penulis memandang bahwa yang sangat berbahaya dan mengganggu eksistensi negara yaitu masuknya ratusan ton narkoba, yang sangat berdampak pada pelemahan generasi dan penerus bangsa. Misalnya ketika China dilanda "perang candu", ketika masuknya narkoba, pergaulan bebas yang pada akhirnya mengalahkan dan memporak-porandakan negara tersebut. Inilah bahaya yang sangat mengganggu negara.

4. Contoh berikutnya yaitu Korupsi, jumlah uang negara yang diambil oleh orang-orang yang tidak memiliki hak atas uang tersebut, jumlahnya tidak sedikit. Bukankah uang yang dikorupsi tersebut jika digunakan untuk kepentingan dan keperluan rakyat, akan semakin banyak rakyat yang tertolong. Inilah bahaya yang sangat mengganggu negara.

5. Contoh berikutnya yaitu cengkraman sistem kapitalisme dalam penguasaannya terhadap sumber daya alam Indonesia. Kapitalisme menciptakan kesenjangan yang menjadi buah dari kerakusan pemilik modal, namun lebih dari itu, negara sebagai kontrol individu dan masyarakat harusnya bisa menahan arus kesenjangan yang dihasilkan sistem kapitalisme ini, bukan malah membuka lebar – lebar pintu untuk masuknya dominasi asing dalam pengelolaan SDA dalam negeri yang berujung pada pengerukan secara masal SDA Indonesia. Inilah bahaya yang sangat mengganggu negara.

6. Sementara mengganggu negara dalam perspektif hukum adalah aanslag. aanslag atau makar harus dikembalikan kepada arti sebenarnya sebagai “serangan”. Pemaknaan yang jelas dan limitatif ini secara nyata dapat memberikan jaminan perlindungan hukum dan menghindarkan terjadinya pemaknaan aanslag yang jauh hilang dari makna aslinya yaitu berupa serangan onslaught violent attack, fierce attack atau segala serangan yang bersifat kuat (vigorious). Dalam makna aanslag yang saya maksud diatas, hemat penulis bahwa HTI tidak pernah satu kalipun melakukan kejahatan berupa tindakan makar.[MO]



Posting Komentar