Saat Jokowi lempar sekop

Sebuah Penghinaan Nurani Publik
Oleh: Nasrudin Joha


Mediaoposisi.com-  Ah, dia hanya sekop. Tidak memikii rasa, tidak memiliki nurani, tidak bisa sedih, terhina, atau nelangsa. Dia hanya sekop, tidak memiliki memiliki wibawa sehingga tidak perlu dijaga. Sekop Tidak punya jati diri jadi tidak perlu berempati.

Lempar saja sekop itu ! Biar gaduh ! Biar semua memburai dan menyeringai. Biar semua tertawa terbahak !

Tapi sekop itu di lempar didepan ratusan mata? diabadikan video yang ditonton jutaan pasang mata? Ini bukan sekedar pelemparan sekop, ini persoalan kronis atas krisis Adab Pemimpin dihadapan rakyatnya.

klik disini link Jokowi Lempar sekop

Ini sebuah perlambang, dimana dimata rezim rakyat ibarat sekop. Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, setiap saat dapat dilemparkan. Adab buruk ini, melengkapi sederet adab buruk Rezim lainnya. Asyik berjoget saat rakyatnya kesulitan menghadapi hidup. Asyik monoton Dilan sang Durjana, saat rakyatnya meregang nyawa tertimpa bencana. Asyik membuang buntelan kehinaan, saat ratusan rakyat berebut mengejarnya.

Pemimpin model ini yang kalian banggakan ? Pemimpin model ini yang selalu dielu-elukan? Apakah tidak ada spesies lain dibumi nusantara ini selain kecebong ? Apakah sudah tidak ada satupun laki-laki di bumi nusantara ini ?

Bagaimana dengan partai politik ? Muak melihat manuver partai-partai penjilat ! Semua mengerubuti makhluk hina untuk mendapat jatah gula-gula dunia. Partai, bahkan tidak ada yang memiliki nyali untuk menjadi penantang rezim ! Partai justru sibuk berwacana "BUMBUNG KOSONG" untuk melempangkan kekuasaan rezim tiran.

Yang nampak bukan partai, tetapi kaum pemodal dan kapitalis-lah yang kuasa menjalankan kebijakan politik. Yang nampak dihadapan rakyat hanya boneka, hanya wayang, hanya petugas partai!

Wahai umat, bagi para penjajah itu, baik dari kalangan cukong sembilan cacing atau kafir imperialisme Amerika, juga mereka yang berkoalisi dengan China, sungguh bagi mereka lawan tanding politik yang menghalangi imperialisme mereka nyaris hanya umat Islam.

Partai dan alat kelengkapan negara telah berkhidmat menjadi pelayanan kepentingan mereka. Mereka terbiasa berpesta pora, diatas bangkai penderitaan umat.

Jika kalian diam, maka tidak ada satu inchi pun tanah dari negeri ini yang tersisa untuk kalian. Jika kalian tidak bergerak, maka bukan hanya 5 juta hektar lahan yang dikuasai mereka, bukan hanya Freeport, bukan hanya proyek reklamasi atau kereta cepat, bahkan seluruh urusan kalian, termasuk leher-leher kalian ada digenggaman mereka! Kaum durjana itu akan terus menebar dusta dan tipu daya!

Karena itu, bangkitlah wahai umat Islam! BERSATULAH ! Potong setiap kaki tangan rezim yang ingin merampas legitimasi. Telanjangi seluruh dusta dan kepalsuan, dengan menarik selimut citra rezim. Bersatulah, dalam barisan perjuangan politik Islam, untuk mengembalikan syariat Islam yang Agung.

Sungguh, hanya syariat Islam saja yang mampu membebaskan Anda dari belenggu rezim dan kedzaliman setiap makhluk. Sungguh hanya syariah saja, jaminan kebahagiaan kalian di dunia dan di akherat.

Karena itu wahai umat, angkatlah sekop-sekop kalian. Gali setiap inchi tanah, buatlah lobang terbesar dan paing dalam, untuk mengubur rezim dan seluruh begundal-begundalnya. [MO].

Posting Komentar