Oleh: Ragil Rahayu Wilujeng, SE
Pengasuh MT Al Bayyinah Sidoarjo

Mediaoposisi.com- Apa yang terjadi pada 28 Rajab?  Mungkin tak banyak orang tahu makna tanggal 28 Rajab. Berbeda dengan tanggal 27 Rajab yang banyak diperingati umat Islam sebagai isra mi'raj Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam. Setiap tahun umat Islam memperingati isra' mi'raj.

Setiap tahun pula dibahas makna dibalik peristiwa tersebut. Mulai dari perintah salat, keyakinan pada sabda Nabi, Maha Kuasa Allah memperjalankan hamba-Nya dalam semalam,  dll. Namun keesokan harinya, tanggal 28 Rajab hampir terlupakan.

Padahal 97 tahun yang lalu yakni tanggal 28 Rajab 1342 H terjadi peristiwa besar yang menjadi tonggak sejarah umat Islam. Peristiwa itu adalah runtuhnya khilafah Islamiyah di Istanbul, Turki. Sejak itu umat Islam tak lagi punya satu pemimpin level dunia.

Umat Islam dipecah menjadi 50 negara bangsa yang masing-masing memiliki pemimpinnya sendiri. Sejak itulah umat Islam didominasi oleh penjajahan, kezaliman, kemiskinan dan penderitaan.

Runtuhnya khilafah tidak terjadi simsalabim dalam semalam. Tapi melalui proses yang panjang.

Berikut rentetan peristiwa yang menyebabkan runtuhnya khilafah :

1. Abad 12 H/abad 18 M terjadi revolusi industri di Eropa. Kaum muslimin bingung menyikapi hal tersebut. Karena telah mengalami kemunduran berfikir. Eropa melancarkan perang salib baru. Yaitu mencabut akar-akar negara Islam. Dengan mencabut akar Islam dari jiwa kaum muslimin. Sehingga yang tertinggal hanya ibadah ritual.

2. Mulai 1789 Eropa menginvasi wilayah khilafah dan menjajahnya. Perancis menjajah Mesir. Inggris menyerang dari dalam, melalui Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud. Dengan gerakan wahabi merampas wilayah khilafah. Menduduki Kuwait, Bagdad,  Makah, Madinah, Syam hingga Aleppo. Abdul Aziz mendirikan imaroh dan menetapkan sistem putra mahkota. Wilayah khilafah makin sempit.

3. Tahun 1842, muncul semangat nasionalisme dan kecenderungan separatisme. Muncul banyak asosiasi berkedok ilmu pengetahuan, namun sebenarnya mengarusutamakan nasionalisme. Lahir gerakan turki muda yang membawa pemikiran barat dan menyiapkan revolusi.

4. Tahun 1866 didirikan sekolah misionaris di Beirut. Pendirinya adalah Amerika Serikat,  Perancis dan Inggris. Para misionaris meragukan umat Islam terhadap kebenaran agamanya. Hukum barat juga masuk ke konstitusi khilafah. Misalnya Hukum Pidana,  UU Keuangan dan Perdagangan, dll.  Peradilan dibagi dua yaitu peradilan syariat dan peradilan sipil. Dulunya,  hanya ada peradilan syariat. Akibatnya, terjadi serangan terhadap aqidah, pemikiran dan budaya Islam.

5. Tahun 1915 Mustafa Kemal dimunculkan oleh Inggris sebagai bintang di militer Turki Utsmani. Mustafa Kemal menarik mundur pasukan Utsmani dari perang Dunia I.  Dan menandatangani perjanjian damai dengan Inggris. Suriah dikosongkan dan diserahkan pada Inggris. Pemerintahan Utsmani didominasi agen Inggris.

6. Tahun 1919 Mustafa Kemal menjadikan Ankara sebagai markasnya. Lalu melakukan pemberontakan. Memaksa Ali Ridha mundur dari jabatannya. Hingga menduduki Istanbul.  Kemudian mengumumkan pemilihan parlemen baru. Juga mendirikan struktur negara di Ankara. Mengendalikan Turki dari sana.

7. Tahun 1924 kekuasaan dipisahkan dari khilafah. Sebelumnya ada perjanjian Lausanne. Inggris mengakui negara Turki dengan syarat : penghapusan khilafah,  pengusiran khalifah,  penyitaan kekayaan khalifah dan pernyataan sekulerisasi negara.

Tanggal 3 Maret 1924 khilafah dihapuskan oleh Musthafa Kamal, dibawah arahan Inggris. Sultan Abdul Hamid II diusir dari istana dan diasingkan hingga wafat.

Demikianlah melalui konspirasi jahat Inggris dan Mustafa Kemal, khilafah diruntuhkan. Setelah khilafah tiada, umat Islam tak punya pemimpin. Keburukan demi keburukan terus menimpa umat Islam. Maka memperjuangkan khilafah adalah perkara wajib.

Sekaligus menjadi agenda utama umat Islam. Ingatlah,  3 Maret 1924 atau 28 Maret 1342 H adalah hari runtuhnya khilafah. Mari berdakwah memperjuangkan tegaknya kembali.[MO]


Posting Komentar