Oleh: Nasrudin Joha 

Mediaoposisi.com-Siapapun bisa membuat nama, tetapi karakter tidak mungkin sama. Siapapun bisa menulis angka dan simbol, tapi angka dan simbol mewakili makna. Makna, tidak bisa diwakili hanya sekedar melukis simbol, kemudian mengklaim makna perjuangan -seraya seolah bagian dari makna perjuangan- yang dengannya berharap dianggap sama dan mendapat dukungan.

Anda boleh menjiplak nama, tapi Anda tidak mungkin bisa menjiplak semangat. Anda bisa saja mencomot simbol dengan cara sederhana, semudah Anda mengkopas tulisan. Tetapi Anda tidak mungkin mencomot sebuah visi perjuangan, yang didalamnya terkandung pengorbanan dan daya juang.

Rezim hari ini berusaha menjiplak angka 212, menisbatkan dirinya dengan angka 212, membuat olah kata dengan logika "GATUK MATUK" agar ngepas dengan 212. Menisbatkan seluruh urusan, bahkan hingga memboyong kerabat keluarga, agar merasa menjadi bagian dari 212.

Rezim berusaha membuang moncong putih, melempar ujaran Marhaenisme, dan mengubur dalam jargon "PUTRA BENDERA REVOLUSI". Rezim berusaha menggunakan kopiah dan mukena, mengusung jargon amanah dan berkah, mungkin saja sampai mengklaim pembela agama. Tetapi noktah sejarah, telah terpatri di benak umat, dan masih teringat dengan segar dijebak umat "MANA GOLONGAN PEMBELA ULAMA DAN AGAMA, MANA GOLONGAN PEMBELA PENISTA AGAMA".

Wahai rezim, angka itu ditempuh dengan keringat dan air mata, berpeluh dalam desakan tujuh juta umat Islam, dibawah guyuran hujan, yang menginginkan penista agama segera di penjara.

Wahai rezim, angka itu dikawal oleh banyak doa, diiringi berbagai sholawat, agar rezim pembela Penista agama segera Allah SWT timpakan adzab terhadapnya.

Angka itu mewakili semangat juang, dorongan akidah, serta ketulusan pengorbanan. Angka itu, telah dikokohkan melalui berbagai fitnah dan ancaman, cemoohan dan hinaan.

Angka itu, telah menyebabkan 7 juta umat Islam di fitnah "telah dibayar untuk aksi" oleh ulama syu' yang menjadi anjing penjaga rezim. Angka itu, mewakili nurani yang terkoyak, wibawa yang tercemar, marwah yang tercabik oleh kecongkakan Penista agama.

Lantas, kalian ingin membajaknya ? Kalian ingin tebar pesona dengan mengutip angkanya? Kalian ingin menjadi musang -setelah muka domba kalian- terarsip sempurna di benak umat ?

Wahai rezim, sia-sia saja upaya kalian. Ketahuilah ! Kami umat Muhammad SAW ! Kami cucu-cucu Umar Bin Khatab. Kami telah bersimbah darah, untuk memperoleh kemuliaan. Lantas, akankah kami tertipu hanya karena angka ?

Silahkan ! Lakukan sesuka kalian. Buat angka-angka palsu ! Buat gerakan-gerakan palsu ! Buat ulama-ulama palsu ! Buat ujaran kampanye palsu! Tetapi ketahuilah !

Kami umat Muhammad, tidak akan pernah melepaskan ketaatan kepada Allah SWT dan rasul-Nya, serta tidak akan pernah seujung kukupun menggadaikan akidah kami, hanya karena remah-remah dunia.

Ketahuilah ! Allah SWT telah menentramkan kami, dengan janji Surga dan kami akan menempuh jalan ketaatan untuk mendapatkan ridlo dan pertolongan-Nya.

Wahai rezim dzalim, Tuhan kami telah memerintahkan kami untuk melawan setiap kedzaliman. Maka ketahuilah, dengan angka berapapun, KAMI TETAP AKAN UMUMKAN PERLAWANAN TERHADAP SEGALA BENTUK KEDZALIMAN. [MO].

Posting Komentar