Oleh : Faizah Rukmini., S.Pd

(Pemerhati Perempuan, Keluarga dan Generasi)

Mediaoposisi.com- Sederet fakta tentang kondisi perpolitikan sistem demokrasi indonesia yang sarat di warnai dengan ketidak jujuran, mulai dari mahar politik, uang panas dan persaingan perebutan kekuasaan dengan menggunakan berbagai cara  haram yang diwarnai dengan perseteruan sesama politisi dan kader.

Begitupun tidak dipungkiri pada faktanya masyarakat saat ini semakin tidak lagi percaya dengan rezim dan sistem Demokrasi sekuler saat ini yang lebih banyak mendzalimi rakyat dan memelihara kemaksiatan dimana-mana. Demokrasi - Sekuler yang telah menjadi sebab munculnya berbagai kerusakan.

Namun mengherankan  kerusakan yang ditimbulkan sistem politik demokrasi. mengapa menjadikan islam dan ummat islam sebagai pihak tertuduh sehingga materi ceramah agamapun dibatasi sesuai dengan kepentingan politik demokrasi.

Upaya membatasi ceramah para Ulama dan para pejuang dakwah islam sejatinya merendahkan aqidah islam yang kamil,  memanfaatkan potensi kaum muslimin dan menjadikan moment tahun politik untuk memuluskan kepentingan penguasa yang berkiblat pada Barat, menutup-nutupi kedzaliman dan kerusakan sistem serta upaya untuk membendung kebangkitan islam yang semakin menggema di berbagi belahan dunia.

Demokrasi-sekuler bertentangan dengan islam, jadi tidak akan mungkin bisa ceramah agama yang murni bersumber dari islam yang memiliki syariat terikat hukum Allah ingin digabungkan dengan demokrasi yang menjadikan kebebasan dan pemisahan agama dari kehidupan sebagai landasannya.

Yang terjadi islam dicampur adukkan dengan pemahaman Barat yang batil yaitu moderat. Pembatasan ceramah ini hanya akan membuat kaum muslimin menjadi terombang ambing kebingungan, dan membiarkan ummat terpuruk dalam kubangan sistem rusak.

Membatasi materi dakwah islam dapat menghantarkan pada kebodohan dan jauhnya ummat dari penerapan Islam kaffah.

Bukankah saat ini ummat membutuhkan solusi pemecahan problematika hidup baik itu berkaitan dengan nafsiyahnya maupun pengaturan tatanan kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, sistem pergaulan. Dakwah kewajiban seluruh kaum muslimin.

Dakwah adalah aktifitas menyeru kepada Al khair dan mencegah kemungkaran. Ditengah kondisi rusak saat ini, sudah seharusnya ummat memahami bahwa saat ini mafahim (pemahaman) , maqayis (tolok ukur/standar) dan qonaah (keyakinan) bukanlah Islam, namun sistem sekulerisme akar masalah dari setiap kerukasan dimuka bumi.

Kebangkitan ummat dapat diraih dengan mendakwahkan islam ideologis, Islam politik dan spiritual yang mampu menghantarkan pada kebangkitan islam, menyadarkan pemikiran, perasaan ummat islam,yang mengarahkan kemana solusi problematika ummat harus bermuara, yakni penerapan aturan islam kaffah dalam kehidupan bernegara.

Dakwah Islam ideologis adalah dakwah politik yang memberikan kontruksi yang shahih tentang kepemimpinan islam yang akan melindungi seluruh Ummat, muslim maupun non muslim.

Yakni penerapan Islam Kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, memberikan solusi tuntas problematika ummat dengan berlandaskan Aqidah Islamiyah.

Meluruskan mafahim, maqayis dan qanaah kaum muslimin agar kembali pada Islam Kaffah, memberikan muhasabah kepada penguasa agar menghentikan kedzaliman dan   mengganti sistem yang rusak dengan sistem islam yang mulia dan paripurna.

Maka saat ini ummat membutuhkan perubahan kearah yang lebih baik yakni kebangkitan Islam dalam kegemilangan peradaban islam dibawah institusi Khilafah Islamiyah 'ala mihajin nubuwwah sebagai mana janji Allah dan Rasul-Nya, maka semarakkan dakwah islam ideologis.

Karena hanya dengan menyerukan dakwah islam ideologis maka ummat akan memahami dan sadar bahwa sejatinya Islam adalah sebuah ideologi yang memiliki konsep dan metode yang paripurna dalam menyelesaikan problematika ummat dan membawa keberkahan bagi seluruh Ummat. Dakwah Islam Ideologis Kunci Kebangkitan. [MO]

Posting Komentar