Oleh : Zain Rahman 
Pena Mujahid 212.

Mediaoposisi.com- Pagi ini, berseliweran di sosial media dan sosial message tentang postingan kemenkumham IG-nya. Postingan itu sangat tidak fair dan menyudutkan HTI. Mungkin, bagi yang menyimak betul persidangan PTUN, di mana HTI mengajukan gugatan terhadap pemerintah, tampak benar kekalahan dan kekalutan dari pihak rezim.

Alih-alih mereka mencoba mengambil opini massa, namun sayangnya kemenkumham seperti orang panik. Apapun dilakukan demi disebut "terhormat" meskipun dengan cara tidak terhormat. Apa yang dilakukan kemenkumham di IG tersebut tentu terlihat seperti bodohnya mereka soal keadilan dan kebenaran. Konyol! itu lebih layak disebut.

Pihak pengacara rezim seperti mati kutu saat bertanya dan mencoba mencari celah dimana "kotor"nya hizbut Tahrir. Sampai-sampai, mereka lakukan wawancara dengan Metro TV sembari memojokkan HTI. Lagi-lagi bahasa "praduga", fakta yang sebenarnya adalah "fitnah" dan alasan-alasan yang terus saja dibuat-buat.

Siapa yang senang HTI dicabut legalitasnya? Tentu kaum L68T, kelompok Pendukung si penista agama, sekuleris, liberalis hingga tentu pluralis. Mereka bersatu padu dengan rezim hari ini, untuk menekan dua ormas besar, FPI dan HTI, karena dibalik gerakkan 411 dan 212.

Maka, mari kita kumandangkan lagi semangat "islam" kita. Kali ini kita Bela Aktivis Islam, Organisasi Islam hingga para ulamanya. Rezim ini panik! Mereka tak segera mengusut "orang gila" yang melukai dan membunuh para alim, mereka tak sibuk mengusut terkait dengan teror terhadap HRS. 

Mari kita serukan kembali, #IslamSelamatkanNegeri. Membersamai dengan ormas serta partai yang mendukungdan memperjuangkan islam, untuk mengembalikan cita-cita para pahlawan, santri, kyai dan kaum muslim di Indonesia untuk menjadikan islam tegak sempurna. [MO]



Posting Komentar