Oleh : Noor Maulida


Mediaoposisi.com- Bagaikan  jamur dimusim hujan, kasus – kasus narkoba terus dan banyak bermunculan seolah tak bisa dihentikan laju tumbuhnya. Dikalangan artis selebritis atau pekerja seni, public figure tercatat Fachri Albar membuka daftar selebriti ditahun 2018 yang ditangkap oleh pihak berwajib karena tersandung kasus penyalanggunaan barang haram tersebut. Menyusul tiga putra dan putri serta menantu ratu dangdut Elvi Sukaesih harus mendekam dirumah tahanan (Rutan) Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum akibat penyalanggunaan narkoba ( Jakarta, KOMPAS.COM ).


Tingkat penyalahggunaan narkoba di Indonesia masih sangat tinggi, padahal masyarakat Indonesia mengetahui jenis dan bahaya narkoba, namun hal itu tak lantas membuat angka penyalahgunaan narkoba menurun justru diperkiran jumlahnya akan semakin banyak ditahun ini


Berbagai upaya dilakukan berbagai pihak untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Mulai dari sosialisai kepada masyarakat yang belum menggunakan narkoba, dengan cara mengenalkan jenis – jenis narkoba serta bahaya apabila disalahgunakan. Prinsipnya adalah bagaimana masyarakat yang belum terpapar narkoba ini agar tak pernah berpikir untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.



Langkah-langkah preventif ini disosialisaikan ke lembaga-lembaga pendidikan, komunitas masyarakat serta pada masyarakat pada umumnya. Rehabilitasi diberikan kepada para pengguna narkoba yang ingin lepas dari kecanduan, fasilitas ini berupaya untuk memulihkan kembali kesehatan jiwa dan raga para pecandu narkoba, adapun tindakan refresif adalah tindakan memakai undang – undang kepada produsen, bandar, pengedar serta pemakai berdasarkan hukum yang berlaku.

Namun jika melihat dari sisi lain, saat ini Indonesia merupakan negeri darurat narkoba karena selain penggunanya yang tergolong tinggi, juga Indonesia bagaikan surga untuk pengedaran narkoba. Pertanyaannya, sebenarnya pemerintah itu serius apa tidak memberantas narkoba?.

Zona merah narkoba, harusnya menjadi peringatan keras bagi kita bersama sebagai kode keras bahwa bahaya narkoa akan berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan masyarakat dan ini akan menghancurkan generasi muda penerus peradaban.


Mari nyatakan perang pada narkoba mulai hari ini, mulai dari peningkatan ketakwaan individu, masyarakat hingga negara juga para penegak hukum dan para pejabat negara yang mau amanah dan mau menerapkan hukum – hukum Allah SWT untuk memberantas narkoba.


Hanya dengan sistem islamlah masalah narkoba bisa terselesaikan, karena hanya  hukum Allah SWT sajalah yang bisa menyelesaikan semua persoalan kehidupan manusia. Lebih dari itu penegakan sistem Islam dan hukum-hukum Allah SWT adalah sebagai bentuk kewajiban kita selaku hambanya yang taat kepada-Nya, apabila dilaksanakan maka kita akan mendapatkan pahala dan apabila dilalaikan maka akan mendapatkan adzab-Nya. Wallahu a’lam bi ash-shawab. [MO]

Posting Komentar