Ahmad Junaidi (kiri), Nur Widianto (kanan)


Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Penyimpangan seksual yang tampak didiamkan di Indonesia, rupanya dikritisi oleh Anggota Komisi Ukhuwah MUI Yogyakarta, Nur Widianto. Dalam bedah tabloid Media Umat “Bahaya LGBT & Solusinya Dalam Islam” yang diadakan oleh Forum Kajian Islam (FKI) Gunungkidul, Minggu (18/2) pukul 09.00 WIB. Anggapan berbagai pihak bahwa LGBT merupakan penyakit juga diamini olehnya.

“LGBT adalah penyakit,  dari segi kesehatan maupun segi prilaku”

Ia  menilai telah lama terjadi penyelewengan fakta mengenai LGBT.

“Pada tahun 1970, menurut penelitian saat itu muncul penyakit yang terjangkiti oleh kaum gay,  yang  diselewengkan menjadi HIV/AIDS” paparnya.

Lebih lanjut, sosok asli Yogyakarta ini menjelaskan bahaya LGBT dari segi politik. Hal yang jarang diungkap oleh berbagai kalangan.


Widianto menegaskan bahwa ide LGBT mampu menghamcurkan suatu negara.

“Negara dapat hancur, karena itu (LGBT) bisa melemahkan kaum muda” tegasnya.

Pelemahan yang ia maksud, ialah liberalisasi pemikiran anak muda. Terkait anggapan bahwa ide kapitalisme merupakan ide yang bertanggung jawab di balik LGBT, ia mengamini hal tersebut.

“Ya. untuk memuluskan penjajahan kapitalisme” pungkasnya.

Dari pihak dewan redaksi Media Umat, Ahmad Junaidi  menyerukan syariat Islam  sebagai solusi tuntas terhadap masalah negeri yang dinilainya tidak kunjung usai. Pasalnya, solusi penerapan syariat Islam terhadap individu tidak mampu mengatasi permasalahan LGBT.

"Menrapkan syariat Islam secar konstitusional jauh lebih penting" 

Berdasarrkan pantauan Mediaoposisi.com, forum sendiri melibatkan berbagai kalangan, salah satunya dari ormas Muhammaiyah, H Ngadimin yang turut menjadi pembicara.  [MO]

Posting Komentar