Mediaoposisi.com- Pujian diberikan kepada rezim Jokowi, bukan dari rakyatnya sendiri namun dari pihak asing yang pernah menjebak Indonesia saat krisis ekonomi 1998, IMF.

Dikutip dari kompas.com, Senin (26/2) Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde memuji rezim Jokowi terkait kebijakan BPJS saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Ia mengapresiasi sistem ribawi berbalut jaminan kesehatan yang bernama BPJS.
"Saya itu berasal dari Perancis di mana jaminan kesehatan sudah dilakukan sejak lama sekali dan saya sangat terkesan dengan jaminan kesehatan di Indonesia," ujar Christian Lagarde setelah dipamerkan sistem BPJS (26/2).

Tentu saja, Jokowi berbangga dengan sistem kesehatan ribawi tersebut,

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sistem jaminan kesehatan sosial yang namanya BPJS dan KIS imbuhnya

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon bersuara terhadap hal ini, ia menilai bahwa pemerintah jangan sampai lupa sejarah kelam IMF.



"Hati-hati pujian beracun” ujar politisi Gerindra tesebut.

Tak heran, pasalnya BPJS merupakan kebijakan kontroversial karena sarat dengan riba. Sebelumnya, dikabarkan dari grid.id, (24/5/2017) seorang dokter yang bernama dr Kiki MK Samsi SpA(K) M. Kes mengumumkan bahwa dirinya menolak pasien dengan asuransi karena riba.

Tidak hanya itu, dikutip dari Tempo pada Juni 2015 lalu MUI pernah memutuskan bahwa BPJS tidak sesuai dengan syariah.

"MUI berkesimpulan BPJS saat ini tak sesuai syariah karena diduga kuat mengandung gharar atau ketidakjelasan akad, yang memicu potensi mayesir, dan melahirkan riba," kata Wakil Ketua Dewan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional MUI Jaih Mubarok kepada Tempo melalui telepon, Rabu, (29/7/2015)
 
Bukan rahasia lagi bila Indonesia merupakan surga dari praktek ribawi, hal ini dibuktikan dengan data bahwa bank syariah -terlepas dari berbagai kontroversi syar’i- , hanya memiliki assset 5% dari total perbankan nasional. Dengan kata lain, 95 % persen dikuasai oleh insitusi yang pure ribawi.

Masih berharap pujian “mematikan” lain, pemerintah ? [MO]

Posting Komentar