Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Janji presiden Jokowi nampakknya perlu dipertanyakan kembali peruntukannya. Berdasarkan penelusuran Mediaoposisi.com, Jokowi pernah menjanjikan untuk memberikan banyak lapangan kepada rakyat. Dikutip dari liputan6.com, Joko Widodo-Jusuf Kalla pernah berani menjanjikan 10 juta lapangan baru.

Jokowi beranggapan janjinya dapat berguna untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. "Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).

Namun ketika Jokowi sudah terpilih secara kontroversial dan menimbulkan berbagai polemik selama masa kepemimpinannya, rupanya janji tersebut dapat dikritisi.

Dikutip dari cnnindonesia.com, pemerintah memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempermudah izin kerja bagi tenaga kerja asing (TKA) ahli. Tujuannya untuk mempermudah asing dalam berinvestasi di Indonesia sesuai instruksi Jokowi.

"Jadi untuk tenaga kerja asing, kami sebenarnya cenderung akan ada Perpres untuk itu," papar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin, Selasa (13/2).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengamini pernyataan Darmin, bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh pembantunya memudahkan jalur investasi, ekspor, hingga jalan masuk tenaga kerja asing ke Indonesia. Menurutnya, saat ini masalah perekonomian di Indonesia terjadi akibat kurangnya  tenaga kerja ahli dari luar negeri.

"Memang sudah tidak zamannya mempersulit investasi, sudah tidak zamannya lagi mempersulit orang mau masuk bekerja di republik ini," ucap Pramono, dua pekan lalu.

Dikutip dari data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA di Indonesia tahun 2016 mencapai 74.813 orang. Sebagian besar tenaga kerja ini didominasi tenaga asal China sebanyak 21.271 orang, atau sebanyak 28,43 persen dari total TKA.

Anehnya, tidak muncul kebijakan untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan melibatkan tenaga kerja ahli dalam  negeri. Alih alih tenaga kerja ahli, tenaga kerja kasar tidak diberikan peluang untuk bekerja sesuai janji kampanye. Siapa pro siapa ? [MO]

Posting Komentar