Oleh : Ema A

Mediaoposisi.com| Jagat maya kembali diramaikan postingan kontroversial versi Kementerian Hukum dan HAM. Sabtu (17/02) akun Instagram Kemenkumham mengunggah infografis dengan framing terhadap HTI. Diantaranya tertulis caption yang mengarahkan masyarakat untuk memusuhi HTI dan ajaran Islam.“ #TolakHTI adalah sebuah keharusan agar #IndonesiaDamai”.

Nampak jelas dalam infografis tersebut  mencerminkan sikap antipati pemerintah terhadap HTI. Meski HTI sendiri tidak pernah terbukti melakukan kekerasan. Tuduhan demi tuduhan dialamatkan kepada HTI. Unggahan tersebut disinyalir mendoktrin masyarakat agar membenarkan tindakan represif rezim Jokowi dalam membubarkan HTI. Tuduhan bahwa HTI mendiskriminasikan wanita, anti NKRI serta mengancam kebhinnekaan merupakan beberapa argumen yang dikemukakan.

Lebih lagi propaganda dengan mengatakan "Indonesia damai, tolak HTI" berarti telah menganggap jika ada HTI Indonesia menjadi tidak damai. Justru yang menjadikan indonesia tidak damai adalah para koruptor, pengguna dan pengedar narkoba, miras, LGBT, orang-orang gila yang membunuh para ustad, tukang fitnah, tukang adu domba, dll. Sedangkan yg dilakukan HTI justru memberikan pembinaan di tengah umat agar umat tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, narkoba, dan membina agar umat punya keimanan yg kuat sehingga apapun perannya dimasyarakat, akan dijalankan dengan amanah dan penuh tanggungjawab.

Jadi mana tindakan HTI yg membuat Indonesia mejadi tidak damai? Atau ada pihak-pihak tertentu saja yang merasa tidak damai jika ada HTI karena khawatir umat menjadi cerdas dan menjadi tahu kebusukan mereka dan keberpihakan mereka terhadap asing.

Sekelas kemenkumham selayaknya menjadikan data dan fakta dalam menyampaikan informasi. Justru tuduhan tanpa fakta ini nyata-nyata menunjukkan siapa sebenarnya posisi mereka. Framing jahat kemenkumham terhadap HTI ini, mengingatkan kita akan siroh Rosululloh Muhammad SAW. Orang-orang kafir quroys sangat sibuk membuat framming jahat kepada Rosululloh. Ibnu Hisyam (w. 213 H) menceritakan dalam kitabnya , bahwa mereka serius merancang propaganda apa yang akan mereka tuduhkan kepada Rasulullah saw. Al Walid bin Al Mughiroh, pembesar Bani Makhzum, membuka diskusi para tokoh di rumahnya, dia berkata:

يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، إنَّهُ قَدْ حَضَرَ هَذَا الْمَوْسِمُ، وَإِنَّ وُفُودَ الْعَرَبِ سَتَقْدَمُ عَلَيْكُمْ فِيهِ، وَقَدْ سَمِعُوا بِأَمْرِ صَاحِبِكُمْ هَذَا، فَأَجْمِعُوا فِيهِ رَأْيًا وَاحِدًا، وَلَا تَخْتَلِفُوا فَيُكَذِّبَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَيَرُدَّ قَوْلُكُمْ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya musim (haji) sudah datang, dan para utusan Arab akan tiba kepada kalian, dan mereka telah mendengar perkara sahabat kalian ini (Muhammad saw), maka bersepakatlah dalam satu pendapat, janganlah kalian berselisih sehingga sebagian akan mendustakan sebagian yang lain, perkataan sebagian kalian akan menolak perkataan sebagian yang lain". Setelah berdiskusi cukup alot, al Walid lalu menutupnya dengan penjelasan:

وَاَللَّهِ إنَّ لِقَوْلِهِ لَحَلَاوَةً، وَإِنَّ أَصْلَهُ لَعَذِقٌ[6]، وَإِنَّ فَرْعَهُ لَجُنَاةٌ- قَالَ ابْنُ هِشَامٍ: وَيُقَالُ لَغَدِقٌ[7] وَمَا أَنْتُمْ بِقَائِلِينَ مِنْ هَذَا شَيْئًا إلَّا عُرِفَ أَنَّهُ بَاطِلٌ، وَإِنَّ أَقْرَبَ الْقَوْلِ فِيهِ لَأَنْ تَقُولُوا سَاحِرٌ، جَاءَ بِقَوْلٍ هُوَ سِحْرٌ يُفَرِّقُ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَأَبِيهِ، وَبَيْنَ الْمَرْءِ وَأَخِيهِ، وَبَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجَتِهِ، وَبَيْنَ الْمَرْءِ وَعَشِيرَتِهِ
“demi Allah, sungguh perkataan Muhammad itu manis, pokoknya kuat, dan cabangnya menghasilkan (buah), –Ibnu Hisyam mengatakan – banyak memberikan (buah), dan tidaklah kalian mengatakan sesuatupun tentangnya (berupa kejelekan), melainkan akan diketahui bahwa hal tersebut adalah bathil (keliru), sesungguhnya perkataan (tuduhan) yang paling mendekati dg Muhammad adalah kalian katakan bahwa dia adalah penyihir, membawa ucapan sihir yang bisa memisahkan antara seseorang dengan bapaknya, memisahkan seseorang dengan saudaranya, istrinya dan kerabatnya.” [Siroh Nabawiyyah, 1/270].

Setelah disepakati hal tersebut, mereka duduk-duduk dijalan-jalan yang dilewati orang pada musim haji, tidak seorangpun lewat kecuali mereka sebarkan propaganda bahwa Muhammad adalah penyihir, kata-katanya berbahaya bila didengarkan.

Tentang al Walid dan permufakatan jahat mereka, Allah menurunkan surat al Muddats-tsir yang artinya.

“Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, dan anak-anak yang selalu bersama dia, dan Kulapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam maka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.”

Jadi jelaslah, bahwa framing jahat terhadap dakwah dan Islam, nyata hanya dilakukan oleh mereka yang membenci Islam dan syariatnya. [MO]

Posting Komentar