Oleh: Rina Fauziah
(Aktivis Rohis BKLD Malang Raya)

Mediaoposisi.com- Pemerintah melalui mentri agama Lukman Hakim Saifuddin pada senin 5 februari lalu dikabarkan akan memotong gaji para PNS muslim sebesar 2,5% untuk membayar zakat profesi. Zakat profesi tersebut akan dikumpulkan Baznas untuk pemanfaatan lebih maksimal seperti membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Potensi pengumpulan dana zakat di indonesia sebagai negeri mayoritas muslim dilihat sangat berpotensi, pada 2016 dapat mengumpulkan Rp2,5 miliar dan pada 2017 menjadi Rp2,7 miliar. Karena itu, melalui program zakat panutan ini, kesadaran PNS yang beragama Islam dalam membayar zakat profesi diharapkan akan terus meningkat (news.okezone.com, 5/2/2018). Apalagi angka kemiskinan di Indonesia masih terbilang tinggi. Dilansir dari tirto.id, Angka kemiskinan Indonesia pada September 2017 lalu berada di level 10,12 persen dengan jumlah absolut sebesar 26,58 juta jiwa. Pada 2016, sebesar 10,70 persen atau sebesar 27,76 juta jiwa.

Wacana tersebut terdengar seperti kabar baik untuk pemanfaataan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Namun jika dilihat pemerintah sedang memanfaatkan dana zakat tersebut untuk kepentingannya sendiri. Pemasukan zakat profesi ini katanya akan ditujukan untuk memenuhi APBN dan APBD negeri ini yang dirasa tidak cukup.
 
Rencana pemerintah ini tentu menimbulkan polemik. Alasannya karena dalam pandangan islam, zakat profesi ini tidak ada. Hal ini memperlihatkan wajah pemerintah sesunggunya, pemerintah cendrung  memanfaatkan sebagian syariat islam dalam penerapan sistem demokrasi. Padahal beberapa waku lalu, presiden jokowi menyampaikan untuk memisahkan agama dan politik (sekuler). ini jelas menunjukkan pemerintah tidak konsisten dan pilih-pilih syar’iat islam yang mengguntungkan bagi mereka.
 
Jika melirik potensi SDA negeri ini, tentu negeri ini sangatlah kaya. Pengelolaan SDA yang baik untuk kemaslahatan umat dan melarang adanya privatisasi SDA di negeri ini maka permasalahan tentang kesenjangan sosial pun akan terselesaikan. Namun hal tersebut hanya bisa terwujud dengan kembalinya kita pada aturan islam yang menyeluruh yang akan menjadikan negeri ini berkah. [MO]

Posting Komentar