Mediaoposisi.com- Assalamu'alaikum !

Pasca reformasi, keran konglomerasi kian dibuka. Hasilnya bisa dilihat, segelintir pengusaha besar menguasai dunia media di Indonesia. Di satu sisi, terjadi inovasi positif dalam dunia media di Indonesia seperti muncul beragam jenis media dan turunannya.

Namun muncul dampak lain yang patut dikritisi,yaitu keberpihakan media terhadap pemiliknya lalu dilanjutkan penggunaan media untuk kepentingan pribadi. Altschull (dalam McQuail, 2000) mengatakan bahwaisi dari media selalu merefleksikankepentingan orang-orang yangmembiayainya. Tak heran dalam momen tertentu seperi pemilu, masyarakat awam bisa melihat keberpihakan sebuah media terhadap apa yang diinginkan oleh pemiliknya. Pemberitaan pada 2 stasiun TV ketika pilpres 2014 adalah contoh.

Media tidak bisa dinafikan, mustahil untuk bisa netral dan independen. Permasalahannya, kepada siapakah media itu berpihak ?

Media seharusnya berpihak kepada ide yang benar dan tidak terbantahkan kebenaranya. Tak lain tak bukan adalah Islam. Islam bukanlah hanya ajaran ritual spiritual semata, tapi Islam adalah Way of Life sebuah jalan hidup yang berisi pemahaman dan konsep-konsep yang paripurna yang harus diterapkan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Keberpihakan terhadap ide-ide islam sebagai sebuah Aqidah Aqliyah yang melahirkan peraturan hidup penting untuk diperjuangkan dalam memnyelesaikan problem solving dan menata peradaban manusia yang saat ini sedang dalam dominasi cengkraman keserakahan ideologi Kapitalisme.  

MO hadir untuk melawan cengkraman ideologi kapitalisme dan menjadi oposisi permanen terhadap kapitalisme dan turunannya.

Kami mengundang pembaca untuk berkontribusi dalam perjuangan ini dengan mengirimkan karya. Selain itu, kami turut menerima donasi terhadap Mediaoposisi.com supaya mesin dakwah ini terus berjalan.


Kirim Nakah / Tanya Donasi, silakan hubungi :

Email Redaksi : redaksi.mediaoposisi@gmail.com

Salam Damai ! 

Wassalamu'alaikum. [MO]

Posting Komentar