Oleh: Riyanti (Aktivis Back to Muslim Identity Banten)  

Mediaoposisi.com- Mahasiswa merupakan sumbu penyulut perjuangan bagi kesejahteraan bangsa. Di pundak mahasiswa lah terdapat amanah besar untuk menjadi penyambung lidah rakyat kepada penguasa. Tak ayal akhirnya masyarakat mempercayai mahasiswa untuk menjadi pembela terdepan hak-hak mereka. Daya kritis yang dimiliki mahasiswa mampu membuat meringis rezim penguasa. Tumbangnya rezim Soeharto kala itu juga dimotori mahasiswa. 

Maka tak heran, ketika aksi heroik yang dilakukan seorang mahasiswa UI Zaaidit Taqwa (Ketua BEM FMIPA UI 2017) yang menyemprit dan memberikan kartu kuning kepada RI1 mendapat banyak apresiasi. Pasalnya, bukan tanpa alasan beliau melakukan hal tersebut. Mahasiswa sudah mulai gelisah dan gerah melihat rezim sekarang yg bergerak stagnan. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi sorotan BEM UI. Pertama soal kasus gizi buruk di Asmat, Papua, yang sudah menelan banyak korban jiwa. Kedua, soal wacana pengangkatan penjabat gubernur dari kalangan Polri aktif dan ketiga, aspirasi BEM UI yang menolak draf Permendikti tentang organisasi mahasiswa yang dinilai akan mengekang dan membatasi pergerakan mahasiswa.

Hal tersebut dapat menyulut api pergerakan mahasiswa lainnya untuk kembali bangkit. Tak lagi terlena dengan dunia masa mudanya yang dihabiskan untuk kesenangan semata. Daya kritis mahasiswa harus disertai dengan pandangan yang benar agar terarah dan jelas maksudnya. Maka harus ada ideologi (pandangan) yang memiliki fikroh (pemahaman) dan thoriqoh (cara)  shahih, yang dapat menjadikan pergerakan mahasiswa selalu hidup dan terarah. Maka tak ayal kebangkitan mahasiswa begitu semu ketika tidak ada ideologi shahih yang dijadikan pijakkan. Banyak gerakan mahasiswa yang tidak memiliki ideologi dan berakibat pada kehancuran internal. Bahkan banyak diantara mereka yang bergerak hanya berberkal semangat saja. 

Islam sebagai ideologi shahih harus dijadikan pijakan bagi mahasiswa. Karena Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah ritual saja, tapi juga seluruh aspek kehidupan. Mulai dari ekonomi, politik, pemerintahan dan lain sebagainya. Ideologi kapitalis dan komunis telah terbukti telak untuk membangkitkan mahasiswa secara menyeluruh. Pasalnya, ideologi ini menjadikan akal manusia sebagai pijakan bertindak dan menjadikan materi tujuan utama. 

Maka perjuangan yang shahih adalah perjuangan yang didasari oleh dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah bukan kepada akal manusia. Ketika ajaran Islam dikriminalkan kita harus melawan, ketika pemimpin tak lagi menerapkan aturan Islam kita harus berjuang. Jangan diam ketika kedzaliman datang menyerang. 

Jadilah mahasiswa yang kritis juga ideologis, yang terdepan dalam membela yang haq dan keadilan. [MO]

Posting Komentar