Ilustrasi


Oleh; Tri Wahyuningsih, S.Pi 
(Tenaga Pendidik dan anggota Komunitas Muslimah Menulis)

mediaoposisi.com | Bila mengutip dari halaman Wikipedia.id maka Islamophobia dapat diartikan sebagai istilah yang digunakan merujuk pada prasangka dan diskrimanasi pada Islam dan muslim. Istilah Islamophobia ini sendiri sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih popular sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di WTC Amerika Serikat.

Istilah Islamophobia ini selalu dipakai oleh orang-orang yang sangat membenci Islam dan Muslim (red. Kafir Barat) untuk menumbuh suburkan kebencian terhadap Islam sehingga masyarakat yang terpengaruh dengan paham ini, mereka bersegera memisahkan diri dari Islam yang mengatur kehidupan mulai dari ekonomi, sosial, hukum, politik dan lain sebagainya. 


Islam Moderat, Paham Rusak Berbajukan HAM.

Paham Islam moderat ini ialah Islam yang tidak anti Barat (red. Anti Kapitalisme), Islam yang tidak bertentangan dengan Sekulerisme Barat serta tidak menolak berbagai kepentingan Barat. Substansinya, Islam Moderat adalah Islam Sekuler yang mau menerima nilai-nilai Barat seperti Demokrasi dan HAM serta mau berkompromi dengan Imperialisme Barat dan tidak menentangnya. 

Paham ini sesungguhnya telah membawa kaum muslim dalam kehancuran, telah banyak kerusakan yang terjadi ketika menjadikan Barat sebagai kiblat kehidupan. Fashion ikut Barat. Wanita muslim berpakaian bikini menanggalkan pakaian syar’i nya hanya demi trend, food ala Barat, minum khamr atau alkohol adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditinggalkan.

 Lalu fun harus ala Barat, free sex, narkoba, kehidupan malam adalah kebebasan yang sesungguhnya. Bukankah ini adalah sebuah kerusakan yang nyata? Setiap hari persentase aborsi meningkat, pengguna narkoba bukan lagi pekerja namun pelajar sekolah pun telah terjerat serta kejahatan yang tak terhitung jumlahnya. Ironi negeri Sekuler. 

Islam Moderat bukanlah satu-satunya paham yang dikampanyekan oleh Barat di Indonesia, sebelum Islam moderat telah ada Islam Nusantara, Islam Liberal dan lainnya. Namun, apapun istilah yang mereka gunakan sesungguhnya tetaplah mengarah pada satu arti yakni menjadikan Barat sebagai teman akrab dan menerima semua nilai-nilai Barat.

Hak Asasi Manusia adalah baju yang mereka pakaikan pada semua Istilah tersebut. Menjadi orang murtad bukan masalah, karena itu bagian dari hak beragama (setiap individu bebas masuk dan berpindah ke dalam agama apa saja yang diyakininya). Hal lainnya, menjadi pasangan Lesbian, Gay, dan lainnya bukan sebuah kesalahan, karena perilaku tersebut bagian dari Hak Kebebasan Individu. Dan masih banyak lagi kerusakan-kerusakan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat namun dibiarkan saja dengan alasan Hak Asasi Manusia (HAM). 

Miris, Indonesia dengan label negeri Muslim terbesar di dunia namun menerima dengan tangan terbuka upaya Barat memisahkan Islam dari kehidupan, menerima segala macam bentuk penjajahan Barat dengan lapang dada. Islam Moderat nan Sekuler telah berhasil menancapkan ide-ide mereka dan bersiaplah dengan kerusakan yang lebih dari sekarang bila paham ini tetap dibiarkan tumbuh subur di Negeri ini.

Islam Kaffah; Hakikat Islam yang Sesungguhnya 

Dalam keilmuan Islam, sesungguhnya tidak ada yang namanya Islam Moderat, Islam Nusantara, Islam Liberal ataupun Islam lainnya, karena Islam adalah agama (Diin) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya, serta manusia dengan sesame manusia.

Oleh karenanya, Islam tidak hanya mengajarkan tentang akidah yang mengharuskan setiap pemeluknya mengimani rukun iman semata. Tapi lebih dari itu Islam juga mengharuskan setiap pemeluknya untuk terikat dengan Syariat Islam; baik yang berkaitan dengan muamalah, pakaian, makanan, ibadah, Ijtimai’, hudud, jinayat dan sebagainya. 

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh, sebagaimana Firman Allah SWT “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian (Islam), telah melengkapi atas kalian nikmat-Ku dan telah meridhai Islam sebagai agama bagi kalian”. (Al-Maidah : 3). Dan dalam surah lainnya Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlan kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian.” (Al Baqarah :208). 

Firman Allah SWT diatas, memerintahkan kepada seluruh manusia untuk masuk Islam secara keseluruhan, mengimani Islam sebagai agama dan aturan kehidupan untuk seluruh aspek. Dan Islam menuntut menyatunya syariah dengan akidah yang masing-masing tidak bisa dipisahkan. Akidah adalah dasar yang memancarkan syariah, sementara syariah adalah wujud nyata yang lahir dari akidah. Dengan kata lain, akidah adalah pondasi sedangkan syariah ialah bangunan yang berdiri diatasnya.  Dan sempurnalah Islam bila akidah dan syariah diterapkan secara utuh dalam sebuah institusi Negara Islam. [Wallahu’alam] [MO]

Posting Komentar