Jakarta|Mediaoposisi.com| Dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/2) bertajuk “Kartu Kuning Jokowi”, perwakilan rezim Jokowi yaitu Kepala Staf Kepresidenan , Moeldoko bukannya memberikan pencerdasan terhadap mahasiswa, justru melakukan pencitraan kepada mahasiswa. Seolah tak tahu malu, forum yang membahas “Kartu Kuning Jokowi” dibelokkan arahnya secara arogan oleh Moeldoko.
 
“Saya fikir ada yang kurang , yaitu pemerintah kurang dalam memberikan informasi yang penuh” ujar Moeldoko.

“Padahal bila informasi diberikan penuh, maka rakyat akan salut dengan Jokowi” imbuhnya diiringi memberikan capaian capaian yang dianggap positif.

Melihat hal itu, eks Aktivis Mahasiswa yang sekarang menjadi anggota partai Gerindra, Desmond. Ia justru mempertanyakan tindakan nyeleneh Moeldoko.

“Paremeter yang disebutkan itu bukan janji Jokowi dan tidak dipenuhi” paparnya
.
Desmond juga memberikan pandangan bahwa Jokowi sudah layak dikartu merah karena ingkar janji. Janji dinilai Desmond sebagai tolok ukur kepercayaan rakyat kepada Jokowi.

“Kalau berbicara janji, maka Jokowi sudah layak diberi kartu merah” tegasnya.

Forum tersebut dihadiri oleh ketua BEM UI, BEM IPB, BEM Trisakti, BEM UGM, BEM ITB, BEM IPB serta eks Aktivis Mahasiswa dan Kepala Staf Kepreisdenan Moeldoko.

Dalam forum itu,Ketua BEM UI Zaadit Taqwa turut menjelaskan maskud kartu kuning yang dilakukan pihaknya sekaligus membantah bahwa tindakannya hanya mencari sensasi semata.

“Kami ingin menyampaikan sesuatu dan kartu kuning sendiri adalah symbol peringatan kepada Jokowi” pungkasnya. [MO]

Posting Komentar