ilustrsi



Oleh: Ayunin Maslacha
(Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya)

Mediaoposisi.com- Mereka yang mengklaim sebagai penganut Islam Moderat selalu menjadikan dasar dalil dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu disebutkan wa kadzâlika ja‘alnâkum ummatan washatan… (Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai umat yang “wasath”…).

Yang perlu ditelisik labih jauh disini adalah tentang pengalihan bahasa dari kata "Moderat" lantas menjadi "wassath" didalam bahasa Arab. Jelas berbeda dari makna dan tujuan antara ide Islam Moderat dengan 'ummatan washatan' didalam Al-Qur'an. 

Menarik persamaan keduanya dari sisi bahasa, terlalu memaksa untuk membuat keduanya menjadi samar.

Fakhrudin Al-Râzi menyebutkan ada beberapa makna yang satu sama lain saling berdekatan dan saling melengkapi tentang arti kata "wassath". Yakni adil, pilihan, yang paling baik dan orang-orang yang dalam beragama berada di tengah-tengah antara ifrâth (berlebih-lebihan hingga mengada-adakan yang baru dalam agama) dan tafrîth (mengurang-ngurangi ajaran agama). (Tafsîr Al-Rârî, Jil. II hal. 389-390).

Yang ini bermakna pula, bahwa wajib keterikatan kaum Muslim terhadap syari'at Islam dizaman apapun secara totalitas. Seperti seruan Allah diayat yang lain, yaa ayyuhal ladzina aamanu udkhulu fiissilmi kaffah.. (wahai orang-orang yang beriman masuklah kedalam Islam secara keseluruhan..) QS. Al-Baqarah ayat 208. 

Hal ini berbeda dengan tujuan digulingkannya isu Islam Moderat yang diawali oleh lembaga Think Thank AS, Rand Corp. Untuk menghancurkan dunia Islam.

Ditahun 2007, Rand Corporation menerbitkan sebuah dokumen setebal 217 halaman, terdiri atas 10 bab yang berjudul "Building Moderat Muslim Networks" 
Sumber link:

Dalam dokumen tersebut, Rand Corp mengungkapkan peta jalan (road map) bagaimana membangung jaringan Muslim Moderat dengan mulai memberikan prioritas bantuannya kepada pihak-pihak yang dinilai paling cepat memberikan dampak dalam perang pemikiran, yakni: 

(1) Akademisi dan Intelektual Muslim yang liberal dan sekuler; 
(2) Mahasiswa muda religius dan yang moderat; 
(3) Komunitas aktivis; 
(4) Organisasi-organisasi yang mengkampanyekan persamaan gender; 
(5) Wartawan dan penulis moderat.

Dokumen tersebut seperti tindak lanjut dari sebuah Kajian teknis oleh Rand Corp ditahun 2003 yang berjudul "Civil Democratic Islam"  
Sumber link:

Secara terbuka, disana Rand Corp membagi umat Islam menjadi empat kelompok Muslim: Fundamentalis, Tradisionalis, Modernis dan Sekuleris. Dalam konteks Islam Moderat, maka masuk dalam kategori kelompok Muslim yang Modernis. 

Yang mereka identifikasi sebagai kelompok yang menginginkan Dunia Islam menjadi bagian modernitas global, yang juga ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikan Islam dengan perkembangan zaman.

Kemudian, dimasing-masing kelompok Muslim yang mereka ciptakan sendiri, diadakanlah politik belah bambu serta adu domba dikalangan kaum Muslim. Hingga kaum Muslim saling menjatuhkan dan berpecah belah sebab melalui ini mindset mereka dijajah. Buat kaum Muslim memiliki paradigma yang berbeda dalam menghadapi kehidupan duniawi dengan Islam. Bukankah ini hal yang ganjil dan keliru?

Jadi saudara-saudari seimanku, tak sepatutnya kita ikut menari diatas genderang perang yang mereka tabuh. Justru kita harus berupaya untuk bersatu, sebab persatuan umat Islamlah yang membuat mereka takut. Yakni persatuan atas dasar ikatan aqidah semata. 

Hingga merekapun meyakini, persatuan Umat Islam didunia adalah awal dari kebangkitan yang telah mereka prediksi dijauh hari, dibawah satu kepemimpinan yang mereka sebut A New Chaliphate (R/ Khilafah Islamiyah). Lantas terbitlah dokumen bertajuk Mapping The Global Future oleh NIC. 


Maka penting bagi kita memahami musuh-musuh islam yang terus mencoba menghancurkan islam dari dalam, terutama orang-orang kafir, fasik dan munafik yang tidak ingin kekuatan politik islam bangkit kembali. [MO]

Posting Komentar