Jauh Dari Agama, Pro LGBT Tidak Sadar Ditegur Allah
Oleh : Max (Jurnalis Muda)


Mediaoposisi.com| Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai keributan partai politik untuk membantah ucapan Zulkifli Hasan bahkan berlomba lomba mengklaim anti LGBT memiliki hikmah positif.


Ia menilai statemen tersebut merupakan ungkapan keresahan Zulkifli Hasan terhadap propaganda LGBT yang masif di Indonesia.


"Jadi menurut saya pernyataan Pak Ketua (MPR) dipahami dalam konteks mengingatkan publik akan masalah LGBT ini," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/1)

Sebelumnya diberitakan, saat menjadi narasumber di Tanwir PP 'Aisyiyah pada Sabtu 20 Januari 2018,  Zulkifli Hasan menyebut ada lima fraksi di DPR yang mendorong diseutujuinya LGBT.

"Selain RUU larangan minuman beralkohol, juga ada soal pembahasan prilaku LGBT di gedung DPR. Ada lima partai mendorong itu disetujui," kata Zulkifli.


Pada kesempatan lain, Zulkifli menegaskan bahwa ia membantah akan menghabisi pelaku penyimpangan seksual.

”LGBT yang dipersoalkan adalah perilakunya, bukan orangnya. Karena perilaku LGBT akan memberikan dampak besar bagi bangsa Indonesia," kata Hasan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (25/1)

Sontak, beragam reaksi muncul dari berbagai pihak, khususnya dari lawan politik Zulkifli seperti PDI, Nasdem, dan partai lain yang dekat dengan penguasa.  Ramai ramai memabantah ucapakn Zulkifli tersebut dan berlomba lomba mengklaim anti LGBT.

Kegelisahan terhadap LGBT ini semakin memuncak pasalnya, terjadi gema bumi setelah ucapan Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, dikutip dari Jawapos.com, gempa bumi yang disinyalir merupakan peringatan Allah kepada umat Islam disikapi negatif oleh para aktivis LGBT. Bahkan mereka  menuduh yang mengkaitkan gempa dan LGBT adalah orang yang bermasalah.

"Itu sih lagu lama, tapi tidak pakai pikiran, (kok dikaitkan dengan gempa)," kata Aktivis NUSANTARA, Dede Oetomo (17/12).


Sosok yang menuduh pesantren sebagai sarang aktivitas Gay ini menilai orang-orang yang melempar isu tersebut adalah kelompok yang bermasalah. Ia pun turut mempertanyakan kehendak Allah berupa gempa yang tidak ada di Australia.

"Kalau mau kirim bencana, kenapa tidak ke Australia yang baru memungkinkan perkawinan gay 'kan?," ujarnya.


Tidak heran bila Dede memancing kontroversi, pasalnya ide LGBT bertentangan dengan Islam sehingga aktivisnya menjadi jauh dari Islam. Nampaknya Dede lupa bahwa di dalam Al Qur’an tertulis.

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya terlah tertulis dalam Kitab (Lauhil Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah, agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,” (QS Al-Hadiid: 22-23)

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khaththab RA, pernah menegur kaum muslimin saat terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, “Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya, apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi.” [MO]


Posting Komentar