Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com| Ar Rayah, bendera hitam bertuliskan lafazh tauhid  nampaknya dipahami keliru oleh ormas yang dikenal dekat dengan pemerintah, NU. Pasalnya, ormas yang dikabarkan sering menerima guyuran dana dari pemerintah ini masih menganggap Rayah sebagai bendera HTI.

Dikutip dari lama resmi ormas hijau tersebut, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Tangerang mengklaim pihaknya menurunkan bendera Ormas yang  kerap dipersekusi, Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Bendera berkibar di halaman salah satu sekolah negeri di kawasan tersebut.

Senin (15/1) sekitar pukul 08.11, Ketua PAC GP Ansor Cipondoh Nur Asik mendapatkan laporan bahwa di SMKN 1 berkibar bendera HTI. Seketika, hal itu informasi tersebar di grup NU Kota Tangerang.  Pukul 10.04, Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang A Sudarto segera menginstruksikan kepada Abdul Murad untuk turun ke lokasi. Dan pada pukul 09.45 bendera yang diklaim milik HTI masih berkibar. 

Ia ditemani KH Uden, Ustd Akrom, Ust Solehan dan Turmidzi memberikan pemahan kepada pihak sekolah. Bahwa salah satu atribut yang terpasang adalah bendera Ormas yang dilarang negara. “Alhamdulillah, mereka bisa memahami dan mau menurunkannya,” jelas Murod.

Tidak disebutkan apakah ormas controversial ini melakukan penelitian lebih lanjut perihal bendera HTI, pasalnya pemerintah sendiri tidak melarang bendera tauhid, baik Rayah maupun Liwa. Liwa sendiri adalah bendera putih dengan lafazh tauhid berwarna hitam.

Dilansir dari lama resmi kemendagri, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo membantah berita yang mengakabarkan kalau dirinya melarangan pengibaran bendera tauhid yang identik dengan logo dan lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo lewat pesan singkatnya pada Sabtu (22/2). Lantas, bila di SMKN 1 Tangerang tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia, mengapa NU bersemangat menurunkannya?

 Mengapa sentiment dengan bendera tauhid, NU ? [MO]



Posting Komentar