Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Kebijakan kontroversial Donald Trumph berupa pengakuan Al Quds sebagai ibu kota Al Quds menuai kecaman pedas dari umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Silaturahmi Jogja Bergerak (ASJB) mengadakan aksi besar besaran terhadap kebijakan anti Islam Donald Trump.

Al Quds sendiri sejatinya merupakan daerah milik umat Islam yang selalu diincar oleh bangsa Yahudi sejak dahulu.

Aktivis Pengawal Panji Rasulullah, Farid Ma’ruf memaparkan bahwa sejak zaman Umar bin Khattab, Palestina telah ditaklukkan oleh umat Islam yang masih memiliki Negara khilafah.

“Saat itu, Al Quds telah ditaklukkan secara damai tanpa kekerasan oleh Umar bin Khattab” kata Farid, Rabu (14/12) dalam aksi bertajuk Aksi Ummat Selamatkan Palestina.


Farid Ma'ruf



Farid juga menambahkan, ketiadaan persatuan umat menyulitkan pembebasan Al Quds seperti yang dilakukan oleh tokoh tokoh Islam di masa lampau.

Rahmat Aziz



Lebih tegas, Rahmat Aziz selakuk perwakilan dari Forum Simpul Umat menegaskan pentingnya khilafah untuk membebaskan Al Quds. Khilafah dipandang penting karena menurut Ahmad, ketika umat Islam memiliki khllafah, Al Quds hingga Andalusia berhasil ditaklukkan umat Islam.

“Dahulu, adanya khilafah menjadikan Umat Islam mampu menaklukkan berbagai wilayah di Dunia”  tuturnya.

Maka, khilafah dinilai Rahmat merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam.

“Muslim harus bersatu dalam khilafah islamiyah” tegasnya.

Aksi ini diikuti oleh ribuan masyrakat dan puluhan organisasi, serta mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. [MO]



Posting Komentar