DESAKRALISASI PANCASILA

Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com- Dahulu, dahulu kala, tidak terlalu lama sich, pada saat zaman Orba UUD 45 (baca: konstitusi) itu suci, sakral, tidak boleh ada yang mengkritik, tidak boleh ada yang mengubah, tidak boleh ada yang menambah atau mengurangi. Namun, pasca reformasi secara legal formal konstitusi telah diubah hingga 4 (empat) kali melalui lembaga perwakilan rakyat di DPR.

Konstitusi tidak lagi Rigid, konstitusi begitu fleksibel. Munculnya lembaga seperti Mahkamah konstitusi adalah salah satu amanat amandemen konstitusi. Konstitusi tidak lagi suci, tidak lagi sakral, pasal-pasalnya mampu dan mudah di jamah tangan wakil-wakil rakyat, untuk ditambah, dikurangi, atau disempurnakan. Prinsipnya konstitusi telah diamandemen secara legal formal, sehingga "Suasana Psikologi Umat" tidak lagi memandang UUD 45 sebagai sesuatu yang sakral, biasa saja, konstitusi adalah produk akal yang bisa salah, sangat mungkin keliru jadi biasa saja diubah atau diganti.  

Hari ini, desakralisasi juga terjadi dan marak menimpa Pancasila. Pancasila yang sebelumnya dipandang Agung, mulia, suci, hari ini dianggap biasa saja karena setiap saat dinista dan dilecehkan. Bedanya, jika dulu UUD 45 mengalami desakralisasi secara legal formal dan untuk tujuan kemaslahatan, tidak begitu dengan yang dialami Pancasila.

Desakralisasi Pancasila zaman Now dilakukan secara ilegal dan dengan tujuan untuk memecah belah umat dan bangsa. Desakralisasi Pancasila bukan atau tidak dilakukan oleh lembaga wakil rakyat di DPR tetapi Pancasila telah di jamah, dijambak, dilecehkan, dhina dan direndahkan oleh para cebong, jokower, ahoker, Bani jamban, pengikut abu janda, para pejabat dan politisi di negeri ini.

Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang menghina dan mempersekusi ulama. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang menghina dan mempersekusi pengemban dakwah Islam. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang menghina dan mempersekusi bahkan mengkriminalisasi ajaran Islam. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang menghina dan mempersekusi Al Quran, menghujat nabi sebagai nabi palsu, menghina Al Quran sebagai kitab buatan Muhammad.

Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang terlibat korupsi dan tertabrak tiang listrik. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang menerima duit e KTP, ada yang jadi menteri terima duit ada yang jadi gubernur terima duit. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang telah menjual aset negara. Mereka mengaku aku Pancasila, tetapi mereka yang terus menumpuk Hutang.

Jadi jika melihat kelakuan pejabat dan rezim yang berkuasa, yang mengaku sok Pancasila, ternyata mereka selalu menimpakan kedzaliman terhadap umat. Kerja mereka hanya memupuk citra untuk kepentingan Pilkada. Sibuk blusukan untuk kepentingan pemilu, sibuk dengan balutan topeng kemunafikan yang dipenuhi dusta dan dosa untuk kepentingan Pilpres 2019.

Jadi hari ini, era Now, telah terjadi desakralisasi Pancasila oleh para pengusung rezim aku Pancasila. Jika Realitasnya pengusung Pancasila mereka yang terlibat korupsi, pendukung zina dan LGBT, penghina ulama dan penghina ajaran Islam, jadi memang Pancasila itu tidak suci, Pancasila bahkan jorok, bau dan memuakkan !

Desakralisasi Pancasila oleh rezim aku Pancasila menjadi bukti bahwa Pancasila itu tidak sakral, sekalipun dalam pandangan pengusungnya. Pancasila hanya digunakan sebagai dalih untuk berkuasa dan menekan pihak lain yang mengancam kekuasaannya.

Bagi kaum muslimin, Pancasila bukan sesuatu yang sakral, tidak ma'shum, ia banyak mengandung salah dan alpa. Pancasila bukan yang ditinggalkan nabi, bukan ajaran nabi, bukan ajaran Islam. Pancasila hanyalah produk akal, sebagaimana kapitalisme dan sosialisme.

Seorang Mukmin hanya diperintahkan taat dan terikat pada Quran dan Sunnah, tidak kepada Pancasila. Pancasila sudah digusur, sudah dilecehkan, sudah dihinakan, bukan oleh siapapun tetapi justru oleh rezim yang membanggakannya.

Jika Anda Islam Anda hanya wajib terikat pada Islam bukan yang lain. Anda tidak diperintahkan taat kepada sesuatu yang lain, melainkan hanya kepada Islam. Rezim aku Pancasila, telah terbukti menghinakan ulama Anda, menjarah harta Anda, menghinakan ajaran agama Anda.

Jadi lucu saja, jika Anda masih mengkultuskan Pancasila sementara rezim aku Pancasila telah mencampakkannya ke saluran kotor penuh kehinaan.

Anda harus memuliakan Al Quran, menyucikan Al Quran, terikat dan tunduk hanya pada hukum Quran dan berjuang untuk menegakkan hukum Quran. Anda kelak di akherat akan ditanya apakah Anda sudah terikat dan mengamalkan Quran, bukan terikat dan mengamalkan Pancasila. Sampai disini Anda paham maksud tulisan saya ? [MO].

Posting Komentar