Yogyakarta |Mediaoposisi.com- Keramahan masyarakat Yogyakarta bisa berubah 180 derajat menjadi kemarahan, bila mendengar AL Quds dijajah Israel. Ribuan masyarakat Yogyakarta, termasuk mahasiswa dan elemen masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Silaturahim Jogja Bergerak (ASJB) tumpah ruah di jalanan Malioboro dalam rangka Aksi Ummat Selamatkan Palestina pada Rabu (14/12).

Acara tersebut dimulai pukul 08.30 di depan gedung DPRD lalu dilanjutkan berjalan kaki hingga titik Nol Kilometer. Aksi ini bertajuk Aksi Ummat Selamatkan Palestina, aksi sendiri dipicu oleh kebijakan kontroversial Donald Trump yang mengakui Al Quds seabgai ibu kota Israel.


Yel yel yang penuh dengan kegeraman terhadap Israel disenandungkan oleh MC dan diikuti serempak oleh peserta.

“Palestina Palestina…. Bebaskan bebaskan!”

“Israel Israel… Hancurkan”

Salah seorang orator, Sidqi menjelaskan bahwa sepanjang sejarah dunia, dibutuhkan kekuatan persatuan umat Islam untuk membebaskan Al Quds.



Sidqi (menggunakan blangkon)



Aktivis Majelis Al Ghuroba tersebut mencontohkan Umar bin Khattab selaku khalifah berhasil membebaskan Al Quds serta sosok Salahudin Al Ayyubi di era kekhilafahan berhasil menaklukkan AL Quds kembali.

“Saat itu,umat Islam bersatu dalam satu kesatuan, sehingga mampu membebaskan Al Quds’ ujarnya.
Ia turut mengkritisi umat Islam saat ini yang enggan bersatu sehingga belum bisa membebaskan kembali AL Quds.

“Republik Palestina tidak bisa membebaskan Al Quds, Turki pun tidak bisa, Malaysia pun sama, begitu pula dengna Indonesia” tegas Sidqi dengan geram.

"Persatuan umat Islam adalah kunci pembebasan Al Quds" pungkas Sidqi di akhir orasinya.


Syafiq (jaket biru)

Senada dengan Sidqi, aktivis Badan Koordinator Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Syafiq menuturkan bahwa diperlukan kekuatan besar dari umat Islam untuk membebaskan Palestina
.
“Umat Islam harus bersatu untuk membeaskan Al Quds kembali” ujar Syafiq. 

Ia turut memandg bahwa Al Quds merupakan tanah berharga milik umat Islam.


Aksi sendiri berlangsung lancar dan diakhiri pukul 10.45 dengan pembacaan pernyataan sikap Aliansi Silaturahmi Jogja Bergerak yang mengajak umat Islam untuk bersepakat tentang kewajiban bersatu membebaskan Al Quds. Arus lalu lintas berjalan lancar dan tidak ada sampah yang berserakan. [MO]



Posting Komentar