Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Toleransi yang biasa disuarakan oleh ormas islam yang dekat dengan penguasa, Nahdatul Ulama (NU)  tampaknya harus dipertanyakan oleh umat Islam. Pasalnya, dalam aksi 1712, KH Marsyudi Syuhud selaku ketua PBNU justru melakukan tindakan intoleran kepada sesama umat Islam. PBNU sendiri dikenal sebagai ormas yang getol menyuarakan toleransi terhadap non muslim.

Ust Felix Siauw, ulama muda yang kerap dipersekusi oleh Banser menjadi korban "keganasan" intoleransi dalam berbgai kejadian hingga puncaknya pada 1712, Felix -sapaan akrabnya- dicegah untuk berorasi di hadapan jutaan massa yang menunggunya. Massa bahkan mengecam tindakan tersebut dan terus meneriakkan namanya dengan kencang. Tak heran muncul dugaan bahwa Felix sengaja diundang untuk mencari massa saja.

Toleransi yang menurut Menteri Agama yang dekat dengan kalangan LGBT dan juga berasal dari NU, Lukman Hakim sebagai kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut seolah tidak ada artinya ketika Marsyudi mencegah Felix Siauw orasi. 

Kunjungan ke Israel

Dikutip dari albalad.co, Marsudi Syuhud, yang dekat dengan Jokowi mengikuti kunjungan ke Israel yang dibiayai oleh  AIJAC, lembaga lobi Yahudi di Australia. Negara Zionis itu hampir saban tahun mengundang tokoh-tokoh muslim dari Indonesia sebagai upaya untuk mengubah pandangan negatif mereka mengenai Israel. Diharapkan sepulang dari sana ikut menyebarluaskan hal-hal positif tentang negara Bintang Daud ini

Marsyudi memang berusaha untuk bersembunyi namun salah satu foto lain tidak bisa membohongi publik. Bahkan, petinggi MUI turut menjelaskan bahwa Marsyudi memang mengikuti kunjungan.

“Dia berusaha menghindar (agar tidak ketahuan)," kata Ketua Bidang Luar Negeri MUI Muhyidin Junaidi saat dihubungi Albalad.co  pada Minggu (22/1).

Lantas, apa makna di balik kehadiran Marsyudi Syuhud dalam aksi 1712 ?  Apakah ikhlas untuk mendukung pembebasan palestin atau ada maksud lain, kita nantikan saja.

Memaafkan PKI

Dikutip dari teropongsenayan.com. Dalam sebuah kesempatan, Marsyud pernah menyerukan masyarakat Indonesia untuk mengampuni kekejaman Partai Komunis Indonesia. 

"Memberi maaf, islah berdamai. Jadi kita mengampuni, rekonsiliasi dengan generasi sekarang yang masih hidup dan seterusnya, tujuannya untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan," kata Marsudi saat di Jakarta, Rabu (20/9).

Hal ini disayangkan, karena di masa lampau justru kalangan santri NU adalah pihak yang diincar oleh PKI untuk diusir dan dibunuh. Dari sisi ideologi, komunis yang diemban oleh PKI berlawanan dengan Islam yang diemban oleh NU.

Halalkan Selamat Natal

Sejak lama, kontroversi seolah tak lepas dari sosok Marsyudi. Pasalnya ia pernah menghalalkan ucapan selamat Natal yang sejatinya diharamkan oleh para ulama.

Dikutip dari Republika.co.id, ia  menyerukan kebolehan mengucap selamat Natal.

“Sepanjang umat Islam meyakini Nabi Isa sebagai Nabiullah (Nabi Allah), dalam hal muamalah, mengucapkan selamat Natal itu tidak apa-apa," katanya di Jakarta, Senin (23/12/2013) seperti dikutip Republika.co.id. 

Marsudi merujuk ucapan kontroversialnya, pada Alquran Surat Maryam ayat 30 yang berbunyi: "Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi." 

MUI sendiri sejak 1981 menetapkan haramnya mengucapkan selamat natal. Namun, kebebasan berpendapat yang diizinkan dalam demokrasi melahirkan banyak pengikut Marysudi dalam hal melanggar ajaran agama.

Quo vadis toleransi ala Marsyudi ? [MO]


sumber

http://www.teropongsenayan.com/71223-soal-pki-ketua-pbnu-kita-mengampuni

http://www.beritasatu.com/nasional/397961-soal-aktor-politik-pbnu-pesan-presiden-sudah-tepat.html

https://www.nahimunkar.org/heboh-beredar-foto-diduga-ketua-pbnu-kh-marsudi-syuhud-bersama-wanita-seksi-mata-sipit/

http://www.tribunislam.com/2017/12/marsyudi-syuhud-diduga-oknum-dibalik-pelarangan-orasi-ust-felix-siauw.html


        

Posting Komentar