BPJS


BPJS Tidak Sesuai Syariat, Menuai Kesengsaraan Rakyat!"

Oleh: Yuyun Rumiwati
(Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)


Mediaoposisi.com- Penyerahan peran  dan tanggung jawab pelayanan kesehatan dari negara kepada BPJS dengan alasan agar pengelolaan dan pelayanan kesehatan masyarakat lebih terjamin adalah bentuk kedholiman. Mengapa demikian? Karena telah melalaikan tanggung jawab negara, sekaligus sebagai upaya komersialisasi kesehatan. Dan ini amat membahayakan dan kebijakkan pemalakan. Kebijakan tersebut lahir dari ideologi kapitalis. Yang menjadikan peran negara hanya sebagai regulator.

Berderetan masalah kesehatan seakan tidak berujung, sebagaimana kebijakan terbaru dibebaskannya biaya atas 8 jenis penyakit oleh BPJS.

Segala kejadian tersebut cukup menjadi renungan atas firman Alloh, "Barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan mengalami kehidupan yang sempit..(Qs. Thoha: 124). Inilah fakta yang terjadi di negeri ini. Kesehatan menjadi hal yang sulit dan mahal didapatkan. Masihkah kita pertahankan solusi yang bathil dan menyengsarakan? Masih butuh menunggu berapa banyak korban berjatuhan?

Mempertahankan sist kapitalis dengan segala cabang kebijakannya, ibarat mempertahankan pohon yang akarnya busuk, berulat dan tidak mungkinkan menghasilkan buah yang baik.

Dalam Islam telah dijelaskan negara bertanggung jawab secara penuh atas kesehatan sebagai kebutuhan mendasar  masyarakat. Sebagamana yang dicontohkan rosululloh ketika sebagai kepala negara di Madinah beliau memberikan dokter pribadinya untuk rakyat. Begitupun di era Kekhilafahan dan kegemilangan Islam. 

Di Kordoba dengan luas daerah serupa propinsi Banten 8.234,69 Km2,  ada 50 rumah sakit disediakan. Jadi jika dihitung dengan luas Indonesia sekitar 1.906.240 Km2 seharusnya Indonesia memiliki 100.000 RS dengan dokter dan fasilitas yang memadai dan diberikan secara gratis.

Mungkinkah Indonesia bisa memberikan pelayanan seperti di atas. Tentu bisa selama SDA milik ummat dikelola sesuai syariat. Bukan diswastanisasi baik oleh asing maupun aseng atau swasta dalam negeri.

Dengan demikian, kebijakan dalam bidang kesehatan tidak bisa lepas dari kebijakkan-kebijakkan lain. Termasuk kebijakkan paling mendasar politik sistem di negeri ini, yaitu membebaskan dari sistem Kapitalis menjadi sistem Islam.  

Sebagai penutup kita renungkan firman Alloh Qs. Ibrohim 24-25, " Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. 

Akarnya kuat dan dan cabangnya menjulang ke langit pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan izin Robb-Nya." Demikian Alloh zat pemilik sumber segala sakit dan kesembuhan telah memberikan sistem terbaik yaitu syariah dan khilafah. Masihkah manusia berpaling?[MO]

Posting Komentar