Spesial Redaksi| Medaioposisi.com- Sosok kontroversial yang kerap mencetuskan pernyataan kontroversial kepada ulama, serta mendukung pembubaran pengajian di Indonesia menerima pukulan telak dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) ,Selasa (6/12).  Sosok tersebut bernama Permadi Arya, alias Abu Janda. Nama Abu Janda dipilihnya untuk menyindir umat Islam yang menggunakan nama kunyah dalam panggilannya.

Permadi yang menggunakan kopiah hitam dengan logo ormas Banser –yang juga kerap membubarkan pengajian- tampak percaya diri ketika diberi kesempatan untuk berbicara di hadapan tokoh Nasional yang hadir dalam acara tersebut, seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, Muhammad Al Khathath ,Rocky Gerung, Felix Siauw hingga budayawan Sudjiwo Tedjo.

Tuduh Polisi Tidak Becus
Ia mengawali pembicaraannya dengan menuduh aparat yang bertugas tidak becus dalam bekerja mengamankan Reuni Alumni 212. Permadi menjelakan bahwa banyak spanduk yang bertuliskan khilafah namun didiamkan oleh aparat.

“Kemana aparat, ketika spanduk khilafah terbentang dalam reuni alumni 212?” kecam Permadi.

Permadi turut menuding aparat tidak bekerja sesuai prosedur dalam mengamankan reuni alumni 212.
Tuduhan Permadi ini tak berdasar, pasalnya dalam pantauan langsung contributor Mediaoposisi.com. Aparat kepolisian dalam kegiatan reuni Alumni 212 justru bekerjasama secara baik dengan para laskar sehingga keamanan, kenyamanan,kebersihan dan kerapihan acara tersebut berjalan sesuai rencana.

Aparat pun nampak mempersiapkan segalam macam hal dengan semestinya sesuai prosedur pengamanan.

Ide khilafah yang muncul dalam spanduk reuni Alumni 212 tidak layak untuk dipermasalahkan, mengingat apart kepolisian kerap mengamankan kegiatan yang mengusung ide khilafah sejak belasan tahun lalu.

Konferensi Khilafah Internasional 2007 di Stadion Bung Karno yang menyerukan ide khilafah, tidak dipermasalahkan oleh aparat. Kegiatan yang diinisiasi oleh ormas yang dibubarkan secara sewenang wenang melalui Perppu Ormas, HTI ini berjalan tanpa ada masalah.

Begitupun dengna Muktamar Khilafah, yang sukses diadakan pada tahun 2013, juga berlangsung dengan bantuan pengamanan yang baik oleh kepolisian.

Hingga sebelum dibubarkan melalui Perppu, justru terdapat pihak pihak yang ingin menghalangi agenda HTI seperti NU, GP Anshor dan Basner. Sehingga kepolisian terpaksa membatalkan agenda HTI.

Merencanakan Kesalahan
Abu Janda pun mengklaim bahwa bendera liwa rayyah adalah bendera HTI tanpa tedeng aling aling. Dengan nada bicara meninggi, ia menantang semua pihak untuk beradu argument dengan dirinya terkait keabsahan liwa rayah sebagai bendera dan panji Rasulullah.

Ia pun dengan percaya diri mengklaim bahwa bendera Rasulullah adalah bendera yang ia tampilkan. Permadi bahkan menyebut bahwa dirinya sudah mempersiapkan data bendera tersebut secara matang.

“Bendera ini ada di Museum Topkapi Turki, hal ini berbeda dengan bendera tauhid yang diklaim sebagai bendera umat Islam” tuduh Permadi.

“Saya sudah merencanakan segala hal secara matang” imbuh Permadi

Ust Felix Siauw tersenyum melihat klaim Abu Janda tersebut. Apa pasal ? Felix kerap menemani jamaah yang berziarah ke Turki diatas 15 kali untuk mengenal kejayaan Islam.

Felix pun membungkam argument Abu Janda dengan menjelaskan hadis terkait bendera Islam serta meluruskan pernyataan keliru dari Abu Janda.

“Bendera Rasulullah tidak ada di turki,  yang ada hanya bendera Turki Usmani” bantah Felix.

Para tokoh yang hadir nampak tidak tertarik menanggapi ucapan Permadi, Fahri Hamzah nampak merilekskan badan sambil tertawa.

Jadi,masihkah pantas si Permadi Arya dijadikan rujukan dalam mempelajari Islam ?

Melihat fenomena Abu Janda, tak heran beredar ajakn untuk BOOM WA kepada nomer pribadinya.

Berikut yang didapatkan oleh redaksi Mediaopsisi.com
Silahkan BOOM WA ke nomer Abu janda....kita nasehati bareng2 ....
Tinggal Klik....send
http://lihat.review/wa/AbuJanda

Tertarik mencoba ? [MO]

Posting Komentar