KAMI INGINKAN KHILAFAH BUKAN DEMOKRASI

Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com- Kami ingin taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berhukum dengan hukumnya, bukan tunduk kepada daulat rakyat, berhukum pada hukum buatan wakil rakyat, karena kelak kami akan kembali kepada Allah SWT, bukan kembali kepada rakyat.

Kami hanya mau tunduk pada perintah Allah SWT, kami hanya mau meninggalkan larangan Allah SWT, menghalalkan apa yang Allah ta'ala halalkan, mengharamkan apa yang Allah ta'ala haramkan. Tidak ada kedaulatan rakyat, yang mampu memerintahkan kami mengubah apa yang telah Allah ta'ala tetapkan kepada kami selaku makhluk-Nya.

Kami hanya mau tunduk pada hukum yang di Istimbath (digali) dari Al Quran dan as Sunnah, atau apa yang ditunjuk oleh keduanya berupa ijma' dan Qias. Kami menolak hukum yang keluar dari hawa nafsu, ditetapkan melalui debat kusir, gontok-gontokan, teriak-teriak, adu jotos, lempar kursi, kemudian ditetapkan berdasarkan voting suara mayoritas. Bagaimana mungkin hukum yang keluar dari hawa nafsu akan mengalahkan kebenaran hukum dari wahyu ? Bagaimana mungkin akan tercipta kemaslahatan dari hukum yang ditetapkan selain dari hukum Allah SWT ?

Kami menolak kepemimpinan kerajaan, monarki konstitusi, federasi, konsfederasi, kekaisaran dan Republik. Kami hanya inginkan Kepemimpinan Khilafah yang menerapkan hukum Quran Sunnah. Kami menolak kepemimpinan dengan pewarisan, penetapan, atau pemilihan dalam bingkai demokrasi. Kami hanya inginkan penyerahan mandat loyalitas dengan bai'at kepada Khalifah, dengan mandat menerapkan hukum Quran Sunnah. Bukan yang lain. 

Kami menolak kekayaan negeri ini dikuasai asing, baik kapitalisme barat (Amerika dan Eropa) maupun kapitalisme timur (China). Kami hanya ingin kekayaan negeri ini dikelola oleh negara, karena masuk kategori Milkiyatul Ammah (kepemilikan umum), dimana syara' telah mengharamkan swasta baik domestik maupun asing menguasai dan mengangkangi kekayaan milik umat.

Kami menolak pengelolaan negara dengan memungut pajak (memalak) dari rakyat. Karena tegas hadits rasul menyatakan "tidak akan masuk surga orang yang memungut pajak". Kami inginkan negara ini dikelola dengan syariat, dimana sumber pemasukan negara bukan dengan memeras keringat rakyat. Negara akan dibiayai dengan sumber pembiayaan dari harta Millkiyatul Ammah (tambang, hutan, dll), kharaj, ghanimah, jizyah, milkiyatud daulah, serta pemasukan negara lain yang telah dihalalkan oleh Allah SWT.

Kami tidak inginkan pemimpin pelanggan Alexis, pemimpin penipu, pemimpin yang menista agama, pemimpin yang menyetujui penyerahan aset umat kepada asing - aseng. Kami inginkan pemimpin yang taat, yang jujur, yang mendengar dan merasa apa yang kami rasakan. Yang ia sadar, bahwa kepemimpinan bukan soal lima tahunan, tetapi soal pertanggungjawaban dunia dan akherat.

Kami tidak ingin hukum warisan Belanda, kami tidak ingin hukum dari filsafat Yunani, kami inginkan hukum yang murni berasal dari wahyu, digali dengan metode Ijtihad yang syar'i. Kami rindu diatur dengan syariat Allah SWT, dzat yang maha mulia, maha adil, maha memelihara, dzat yang menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan.

Kami menolak Sekulerisme, kapitalisme, komunisme - Sosialisme, pluralisme, dan demokrasi. Demokrasi telah menuhankan rakyat. Demokrasi telah memberikan wewenang kepada rakyat untuk menetapkan halal dan haram. Demokrasi pada Realitasnya juga melahirkan pemimpin yang khianat pada rakyat. Sejatinya, Demokrasi adalah sarana maksiat kepada Allah SWT.

Kami inginkan Khilafah, kepemimpinan bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru alam. Kepemimpinan yang satu yang akan menyatukan seluruh umat. Kepemimpinan yang satu yang akan menghimpun seluruh potensi kaum muslimin dalam satu kesatuan daulah. Kepemimpinan yang akan membebaskan Palestina, mengusir Israel, menghukum Myanmar, mendepak Amerika dari posisinya, dan menebarkan Rahmah bagi seluruh penjuru alam.

Kami inginkan Khilafah, tegak dari negeri mayoritas muslim di negeri ini, dan kelak dari negeri ini Khilafah akan melakukan berbagai penaklukkan, dan menghimpun seluruh negeri-negeri muslim di dunia menjadi satu kesatuan negara.

Wahai ulama, 
Bukankah seruan kami ini seruan dari Alquran dan as Sunnah ? Bukankah seruan ini banyak termaktub dalam kitab-kitab para ulama ? Dari berbagai mahzab?

Wahai politisi mukhlis yang masih tersisa di negeri ini, bukankah solusi Islam adalah solusi terbaik untuk umat dan bangsa ini? Bukankah seluruh sistem dan Pranata yang dibuat tidak mampu mengubah keadaan negeri ini ?

Wahai Tentara dan para Jenderal Militer,
Bukankah agama Anda memerintahkan hal yang sama ? Lantas sampai kapan Anda berdiam diri melihat berbagai pengkhianatan yang dipertontonkan dihadapan Anda ? Apakah Anda ingin menambah waktu dan kesabaran? Demi Allah SWT, pengkhianatan itu akan terus dipertontonkan selama Anda tidak memotong tangan-tangan para pengkhianat itu !

Wahai umat,
Sesungguhnya semua urusan berpulang kepada Anda. Anda-lah  pemilik kekuasaan itu. Anda bisa berikan dan ambil dari siapapun yang Anda kehendaki. Putuslah rantai dan daur legitimasi Anda yang menopang kekuasaan pengkhianat ini tetap berdiri! Segera tambatkan legitimasi Anda hanya kepada syariah Islam dan para pengembannya. [MO].

Posting Komentar