REZIM SENGAJA MENGADU DOMBA UMAT, WAHAI UMAT WASPADALAH!

Oleh : Nasrudin Joha


Mediaoposisi.com- Untuk kesekian kalinya, benturan diantara elemen umat Islam terjadi. Lagi-lagi, Ormas yang mengatasnamakan Pancasila, NKRI harga mati, dan pengusung jargon "kebhinekaan" kembali melakukan tindakan persekusi, mengambil alih peran dan fungsi aparat penegak hukum.

Bukan sekali ini saja Banser NU melakukan pembubaran pengajian. Tidak ada yang luput dari persekusi Banser, baik yang melakukan kajian dakwah politik, kajian dakwah pemurnian akidah, bahkan hingga kajian yang diadakan dan diperuntukkan untuk remaja Islam.

Apa yang dilakukan Banser kontras dengan aktivitasnya yang selama ini menjunjung jargon toleransi, keberagaman dan kebhinekaan, diskusi dan musyawarah. Dalam benak Banser, seluruh perbendaharaan pemikirannya hanya ada kamus Pancasila, NKRI harga mati, tolak radikalisme, titik. Tidak ada perbendaharaan kata yang lain, yang dapat dijadikan hujah untuk mengurai berbagai persoalan bangsa. Logika yang digunakan "pokok"e". Pokoknya diluar Banser anti NKRI, pokoknya diluar Banser anti Pancasila, dan seabrek Dialektika dungu lain yang tidak ilmiah.

Tetapi yang menjadi soal bukan Banser NU dan seluruh tindakan persekusi yang dilakukannya. Persoalannya adalah ada pada Rezim Tiran anti Islam yang menyetujui, mensupervisi dan mendorong tindakan pecah belah umat Islam melalui berbagai cara dan sarana.

Banser NU hanyalah alat, sebagiannya juga bergerak atas sentimen semata, bukan atas kesadaran dan keinsyafan menjalankan visi dakwah amar ma'ruf nahi munkar. Rezim represif anti Islam dibawah komando Jokowi-lah, dalang dibalik semua keributan ini.

Tidak pernah terjadi pada rezim sebelumnya, negara membiarkan ormas atau individu rakyat mengambil peran aparat penegak hukum. Celakanya, Aparat justru menjadi palang pintu dan penjaga setiap tindakan persekusi yang terjadi.

Tindakan ini secara telanjang mempertontonkan kejahatan rezim dzalim yang sengaja memupuk perpecahan dan membakar keharmonisan antar Umat Islam, agar saling seteru, saling serang, saling menghunus pedang. Sementara, rezim terus melakukan kedzaliman dan penipuan terhadap umat.

Rezim terus menjual harta umat, membebani umat dengan berbagai pajak dan pungutan, terus memata-matai umat, menuduh umat radikal, teroris, dan berbagai stereotip jahat lainnya. 

Sekali tidak boleh, selamanya tidak boleh. Kakek buyut kalian hampir saja dibinasakan oleh hasutan Abdullah bin Ubay bin Salul dengan fanatisme perang bu'at. Jika saja rahmat Allah tidak menaungi kaum Ansor dan Muhajirin ketika itu, niscaya tidak ada lagi umat Islam setelahnya.



Wahai kaum muslimin, wahai umat Muhammad, waspadalah !

Sekali tidak sekalipun tidak ! Anda jangan pernah mau menabuh genderang perang antar sesama umat Islam, yang dengan itu Anda dapat menumpahkan darah sesama muslim yang telah Allah haramkan atasnya. Anda tidak boleh larut, pada amarah dan kekesalan yang menjadikan Anda menghunus pedang, membabi buta, dan mengarahkannya kepada sesama umat Islam.

Wahai umat Muhammad SAW,
Musuh kalian yang nyata adalah rezim dzalim tiran ini, bukan sesama umat. Rezim ini telah memelihara sebagian dari kalian yang akalnya lemah dan akidahnya rendah, untuk menukarkannya dengan sekarat tulang dunia yang tidak mengenyangkan, kemudian menista dan menjatuhkan wibawa kalian.

Rezim inilah yang tela menginjak-injak kalian, kemudian membiarkan UU Ormas tumpul untuk menindak ormas yang anarkis, dan menginginkan kalian yang menghakimi sebagian yang lain. Ingatkah, kalian yang diadu, kalian yang dibenturkan, kalian yang dikorbankan, sementara rezim dapat menangguk kemenangan tanpa mengotori tangan.


Wahai para Mujahid Islam
Wahai singa-singa Allah SWT,

Kami tidak meragukan sedikitpun dari keberanian yang kalian miliki. Kami tidak sedikitpun meragukan kerinduan kalian pada jalan menuju syahid dan ridlo-Nya. Kami telah melihat, mendengar bahkan menyaksikan betapa gagah dan ksatrianya kalian di Medan tempur 411. Kami juga menjadi saksi keistiqomahan kalian pada Badar 212. Tetapi ingatlah !

Rezim tiran anti Islam inilah musuh kalian, rezim represif anti Islam inilah yang telah membenturkan kalian, rezim represif anti Islam inilah yang telah menjadikan ajaran mulia agama Anda sebagai olok-olok dan di kriminalkan.

Rezim ini yang telah menghembuskan radikalisme dan dituduhkan kepada kalian. Rezim inilah yang selalu bersembunyi dibalik slogan "aku Pancasila" sementara mereka terus menjual aset negara !

Rezim aku Pancasila inilah, yang telah memiskinkan mayoritas dari kalian. Rezim dusta dan khianat inilah yang terus menumpuk hutang, sementara anak cucu dan kalian yang menjadi penjaminnya. Rezim inilah yang telah menghamba kepada penjajah asing dan aseng, untuk terus sibuk siang dan malam, memikirkan untuk keburukan kalian.

Marahlah kepada rezim, jangan marah kepada sesama saudara muslim. Hantamlah dengan pukulan-pukulan yang mematikan, agar rezim ini menghentikan kedzalimannya, agar rezim ini mau tunduk, taat dan patuh terhadap perintah Allah SWT.

Sesungguhnya, oknum-oknum saudara kalian yang tercela, akan terjungkal manakala induk samang yang menyusuinya, telah kalian tundukkan.


Wahai kaum muslimin,
Wahai umat Muhammad,

Sungguh Islam telah memberikan syariat yang utuh dan menyeluruh, karena itu rujuklah ia sebelum bertindak, agar kalian ditunjuk jalan kebenaran. [MO].

Posting Komentar